OJK Gelar Sosialisasi Keuangan Syariah di Mal

OJK Gelar Sosialisasi Keuangan Syariah di Mal

Tri Ispranoto - detikFinance
Jumat, 11 Agu 2017 19:56 WIB
OJK Gelar Sosialisasi Keuangan Syariah di Mal
Foto: Tri Ispranoto
Cirebon - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Keuangan Syariah Fair (KSF) 2017 untuk mengenalkan produk-produk keuangan syariah terhadap masyarakat di Mal CSB, Kota Cirebon.

Kepala OJK Cirebon, Muhamad Lutfi, mengatakan acara yang berlangsung sejak Jumat (11/8/2017) hingga Minggu (13/8/2017) itu selain mengenalkan juga bentuk dukungan terhadap perkembangan keuangan syariah khusunya di Cirebon dan Wilayah 3 Jabar.

"Kita ingin meningkatkan pemahamaman dan utilitas masyarakat terhadap produk keuangan syariah dengan target peningkatan 3.000 nasabah selama acara KSF berlangsung," ujar Lutfi saat menggelar konferensi pers di lokasi acara, Jumat (11/8/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejauh ini, kata Lutfi, berdasarkan survei nasional literasi dan keuangan OJK tahun 2016 tingkat literasi keuangan syariah di Indonesia masih jauh dari maksimal yakni 8,11 persen dengan tingkat inklusi mencapai 11,06 persen.

"Ini artinya hanya 8 dari 100 orang yang memahami produk dan layanan keuangan syariah. Dan terdapat sebanyak 11 dari 100 orang yang memiliki akses terhadap produk dan layanan lembaga jasa keuangan syariah," katanya.

Dari data OJK Juni 2017, total aset keuangan syariah Indonesia non saham syariah mencapai Rp 1.022,24 triliun dengan proporsi industri perbankan syariah mencapai Rp 387,87 triliun, IKNB syariah Rp 97,61 triliun dan pasar modal syariah Rp 536,76 triliun.

Menurut Lutfi, dengan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada publik mengenai produk dan jasa layanan keuangan syariah yang semakin beragam juga bermanfaat besar bagi masyarakat bisa turut mendorong pertumbuhan nasabah.

"Ini KSF kedua setelah Semarang. Cirebon dipilih karena sebagai salah satu kota dengan potensi pasar yang terbuka lebar bagi berkembangnya industri keuangan syariah," ucapnya.

Selain itu posisi Kota Cirebon juga dianggap strategis karena dilintasi jalur Pantura yang menjadi salah satu titik pembangunan ekonomi kreatif dan UMKM yang disebut-sebut sebagai kawasan emas Jabar.

Acara KSF sendiri diikuti oleh 30 industri keuangan syariah yang terdiri dari 10 industri perbankan syariah, 14 industri keuangan non bank syariah dan enam industri pasar modal syariah. (mca/mca)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads