Berdasarkan data PT MRT Jakarta, seperti dikutip detikFinance, Selasa (15/8/2017), progres fisik MRT Jakarta kini telah mencapai 76,13% secara keseluruhan. Fisik stasiun layang dan depo di Lebak Bulus telah mencapai progres 64,1% dan stasiun bawah tanah Senayan-Bundaran HI telah mencapai 88,26%.
Pada masa operasionalnya nanti, MRT Jakarta jalur Utara-Selatan fase1 akan memiliki 6 stasiun bawah tanah di sepanjang jalan Sudirman hingga Bundaran HI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, proyek MRT Jakarta fase pertama dibangun menggunakan dana pinjaman dari Jepang melalui JICA. MRT Jakarta merupakan proyek pertama di Indonesia yang menerapkan skema three sub level agreement antara peminjam (JICA) dan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan PT MRT Jakarta sebagai Badan Usaha Milik Daerah Provinsi DKI Jakarta.
Pembiayaan konstruksi proyek untuk fase 1 membutuhkan biaya sekitar Rp 14,1 triliun. Dalam perjalanannya, fase1 membutuhkan penambahan biaya sekitar Rp 2,5 triliun sebagai konsekuensi atas beberapa penyesuaian seperti penerapan peraturan SNI gempa yang baru, relokasi utilitas, dan perubahan Iokasi CT dan VT. (eds/dna)










































