Agar Bisa Ekspor, Industri Ikan Ternate Butuh 'Kulkas Raksasa'

Agar Bisa Ekspor, Industri Ikan Ternate Butuh 'Kulkas Raksasa'

Wahyu Setyo Widodo - detikFinance
Selasa, 15 Agu 2017 18:17 WIB
Agar Bisa Ekspor, Industri Ikan Ternate Butuh Kulkas Raksasa
Foto: Wahyu Setyo Widodo
Ternate - Industri perikanan di Ternate butuh teknologi butuh 'kulkas raksasa' alias cold storage dan air blast freezer. Ini agar hasil ikan dari Ternate bisa langsung diekspor ke luar negeri.

Selama ini, hasil ikan yang melimpah dari Ternate seperti ikan tuna dan cakalang dikirim ke berbagai daerah seperti Bitung (Sulawesi Utara), hingga Makassar (Sulawesi Selatan), karena ketiadaan cold storage dan juga air blast freezer yang mumpuni di Ternate. Padahal kebutuhan alat itu penting agar kualitas ikan untuk ekspor tetap terjaga.

"70 persen hasil kapal dari Ternate didaratkan di Bitung (Sulawesi Utara)," ujar Endang Sunaryo, Kepala Pelabuhan Perikanan Nasional (PPN) Ternate, kepada detikFinance di kantornya, Senin (14/8/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Endang menyebut pihak Pelabuhan Ternate membutuhkan cold storage dengan kapasitas sekitar 500 Ton untuk menyimpan hasil produksi ikan. Sementara untuk Air Blast Freezer, pihaknya butuh sekitar 4 unit dengan kapasitas masing-masing unit sekitar 5 Ton.

"Ikan dari kapal harus masuk air blast freezer selama 8 jam, baru masuk cold storage. Kalau di cold storage, disimpan sampai 1 tahun juga bisa," kata Endang.

Beberapa negara tujuan ekspor ikan, seperti Jepang memang dikenal punya syarat yang ketat bagi ikan-ikan yang ingin masuk ke pasar Jepang. Terutama soal kualitas ikan, warna dagingnya harus natural, dan tidak memakai bahan pengawet apapun.

"Kalau Jepang, itu nggak mau kalau pakai CO2. Kalau disemprot pakai CO2 itu kan warnanya bisa langsung bagus, merah gitu. Nah mereka nggak mau, mereka sukanya warna yang natural. Kalau Amerika masih mau. Maka itu cold storagenya kita pakai yang nitrogen," kata Endang.

Berstandar 'Tsukiji'

Hasil ikan yang melimpah di Ternate selain diekspor, harus memenuhi kebutuhan lokal. Untuk itu, pasar ikan bestandar Tsukiji harus ada di Ternate.

Pasar ikan Tsukiji di Tokyo, Jepang memang jadi barometer bagi pasar-pasar ikan lain di dunia, termasuk juga di Ternate. Soal kebersihan, higienitas, dan juga penataan, diharapkan pasar ikan di Ternate harus memiliki standar seperti Pasar Tsukiji.

"Dari pembicaraan dengan Pak Dirjen, dia ingin agar Pasar Ikan di Ternate berstandar seperti Tsukiji. Standar Tsukiji ini seperti apa, saya belum pernah ke sana," kata Endang Sunaryo.

Menurut Endang, pasar ikan di Pelabuhan Ternate akan direnovasi lagi untuk memenuhi 'Standar Tsukiji' yang diminta. Ini juga untuk makin meningkatkan pelayanan bagi siapa saja yang berkunjung di Pelabuhan Ternate.

"Soal higienitas ya. Seharusnya meja itu pakai epoksi, enggak boleh pakai keramik. Kalau keramik kan ada sela-selanya, itu bisa mengandung bakteri," jelas Endang.

Selain itu, untuk meja kerja atau meja display hasil ikan, bentuknya tidak boleh datar, tetapi harus sedikit melengkung, agar air mudah untuk dibuang ke saluran drainase.

"Pakaian kerja juga harus sesuai standar. Harus bersih, pakai sepatu boots. Selama ini kan orang-orang kita belum. Air bersih juga harus disiapkan," imbuh Endang.

Ke depan, jika pasar ikan berstandar 'Tsukiji' ini sudah dibangun di Ternate, bukan tidak mungkin akan banyak wisatawan yang datang ke Ternate. Itu juga bisa untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat. (wsw/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads