"Sebenarnya kalau defisit seperti itu dalam jumlah yang reasonable biasanya tidak lebih dari 1% atau 2% dari GDP saya rasa masih baik," kata dia di Kantor Ditjen Pajak Pusat, Jakarta, Selasa (15/8/2017).
Data BPS menunjukkan bahwa total ekspor non migas tumbuh 17,37% menjadi US$ 84,8 miliar, sedangkan total ekspor tumbuh 17,32% menjadi US$ 93,6 miliar. Sedangkan total impor tumbuh 14,91% menjadi US$ 86,20 miliar, sedangkan impor non migas tumbuh 12,34% menjadi US$ 72,80 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau impornya berasal dari bahan baku, barang modal berarti adalah salah satu indikasi bahwa proses produksi mulai berjalan lagi, dan memang selalu begitu," tutup dia. (dna/dna)











































