Jokowi Tak Ingin Ada Rakyat yang Merasa Jadi Kelas Dua atau Kelas Tiga

Jokowi Tak Ingin Ada Rakyat yang Merasa Jadi Kelas Dua atau Kelas Tiga

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 16 Agu 2017 10:08 WIB
Jokowi Tak Ingin Ada Rakyat yang Merasa Jadi Kelas Dua atau Kelas Tiga
Foto: Jokowi-JK pakai baju adat. (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pihak tidak cepat puas meskipun sudah meraih hal-hal positif dalam tiga tahun terakhir. Di antaranya terkait dengan Indeks Pembangunan Manusia dan gini rasio atau ketimpangan pendapatan masyarakat.

Pemerataan ekonomi harus dilanjutkan ke depannya. Sehingga tidak ada rakyat yang merasa menjadi warga kelas dua maupun kelas tiga.

"Saya yakin hanya dengan pemerataan ekonomi yang berkeadilan, kita akan semakin bersatu. Pembangunan yang merata akan mempersatukan Indonesia. Pembangunan yang berkeadilan akan membuat kita semakin kuat dalam menghadapi persaingan global," kata Jokowi dalam sidang tahunan MPR/DPR/DPD RI, Rabu (16/8/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada yang merasa menjadi warga negara kelas dua, warga negara kelas tiga. Karena semuanya adalah warga negara Republik Indonesia. Semuanya, setara mendapatkan manfaat dari pembangunan. Semuanya ikut terlibat mengambil tanggung jawab dalam kerja bersama membangun bangsa," paparnya.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita naik dari 68,90 di tahun 2014 menjadi 70,18 di tahun 2016. Sementara itu Indeks Gini Rasio bisa kita turunkan dari 0,414 pada September 2014 menjadi 0,393 pada Maret 2017.

"Kita juga harus terus berupaya menekan ketimpangan pendapatan," imbuhnya.

(mkj/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads