Follow detikFinance
Rabu 16 Aug 2017, 15:32 WIB

Utang RI Naik, PDIP: Dulu Kan Dipakai BLT, Sekarang Infrastruktur

Muhammad Fida Ul Haq - detikFinance
Utang RI Naik, PDIP: Dulu Kan Dipakai BLT, Sekarang Infrastruktur Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir triwulan II-2017 tercatat US$ 335,3 miliar. Politikus PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan kenaikan utang tersebut positif karena digunakan untuk pembangunan infrastruktur.

"Ya utang negara kali ini digunakan untuk infrastruktur. Kalau yang dulu katanya Pak Anwar Nasution mengatakan untuk BLT jadi langsung habis langsung tilas. Kalau ini untuk produktif jadi bagus," kata Hendrawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (16/8/2017).

Hendrawan menyebut utang yang dilakukan pemerintah saat ini berbeda kegunanaannya dengan utang di pemerintahan sebelumnya.

"Saya tidak mau mem-blame (menyalahkan) yang masa lalu tapi kalau utang digunakan secara produktif itu bagus. Sama seperti Anda ketika mendapat dana dari mertua digunakan untuk produktif pasti bagus. Mertua pasti senang," sebutnya.

Hendrawan juga memuji pertumbuhan ekonomi saat ini seperti yang disampaikan Presiden Jokowi. Dia mengatakan kepercayaan dunia internasional tumbuh karena kenaikan ekonomi tersebut

"Pertumbuhan ekonomi yang masih bisa terjaga cukup baik di atas 5%. Dan indeks pembangunan manusia pembangunan yang semakin merata kemudian kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir triwulan II 2017 tercatat US$ 335,3 miliar atau tumbuh sebesar 2,9% (yoy). Meski masih bertumbuh, namun pertambahan jumlah utang terpantau melambat dibanding triwulan I 2017 yang sebesar 3,2% (yoy).

Berdasarkan laporan Bank Indonesia (BI) yang dikutip detikFinance, Selasa (15/8/2017) pertumbuhan ULN tersebut juga jauh lebih lambat bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016 yang sebesar 6,8% (yoy).

Berdasarkan kelompok peminjam, pertumbuhan ULN tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN sektor publik yang melambat dan berlanjutnya kontraksi pertumbuhan ULN sektor swasta. (fdu/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed