Terowongan Tol Cisumdawu Terkendala Lahan, 1 Ha Belum Bebas

Terowongan Tol Cisumdawu Terkendala Lahan, 1 Ha Belum Bebas

Wisma Putra - detikFinance
Rabu, 16 Agu 2017 23:20 WIB
Terowongan Tol Cisumdawu Terkendala Lahan, 1 Ha Belum Bebas
Foto: Wisma Putra/detikcom
Bandung - Pembangunan tunnel atau terowongan tol Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu), Kabupaten Sumedang, Jawa Barat masih terkendala pembebasan lahan. ini dikatakan oleh Kasatker Tol Cisumdawu, Wida Nurfarida, saat melakukan peninjauan lokasi pembangunan tunnel di Proyek Tol Cisumdawu, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (16/8/2017).

Dari panjang tunnel 472 meter dan memiliki dua tube (terowongan) ada sekitar 1 hektare (ha) lahan warga yang belum terbebaskan tepatnya di Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan.

"Lahan sulit dibebaskan, yang belum dibebaskan sekitar 1 hektare yang ditempati sembilan KK, kami sudah komunikasi dengan BPN Sumedang, janjinya awal Bulan September sudah terbayar," kata Wida.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari dua tube yang akan dibangun untuk melengkapi rangkaian ruas jalan Tol Cisumdawu sepanjang 60,5 kilometer, kini satu tube tunnel yang dibangun pasalnya pembangunan tube tunnel yang kedua terkendala oleh pembebasan lahan.

Proyek terowongan tol CisumdawuProyek terowongan tol Cisumdawu Foto: Wisma Putra/detikcom

Tube kedua akan dibangun di sebelah tube tunnel yang sudah terlebih dahulu dibangun. Jika lahan sudah dibebaskan maka pembangunan tunnel tube kedua sudah dapat dilakukan.


"Satu trowongan (tunnel) selesai Februari 2019, tapi kita harus percepatan. Dari pimpinan berharap lebaran tahun depan harus ada yang tembus satu," ucap Wida.

Wida berujar, kesulitan lainnya yang kerap ditemui dalam pembangunan tunnel tersebut yaitu bebatuan yang tertanam di dalam tanah.

"Batu yang berada di dalam tanah tersebut mengganggu pengerukan, harus dipecahkan dulu lalu di keruk lagi. Risikonya tinggi, soalnya pengerjaannya dilakukan manual dahulu," ujarnya.

Proyek terowongan tol CisumdawuProyek terowongan tol Cisumdawu Foto: Wisma Putra/detikcom

Wida mengungkapkan, masih banyak bebatuan yang berada di dalam tanah pembangunan tunnel Tol Cisumdawu, meski begitu pembangunan tunnel aman, tidak ada patahan.


"Pembangunan tunnel ini menghemat lahan dan tidak merusak lingkungan. Dalam pengerjaannya selalu didampingi konsultan geologis, karena didalammnya tidak ada yang tahu. Kalau kedalaman sedikit gampang, kalau kedalamanmya semakin dalam risikonya akan semakin tinggi risikonya," jelas Wida.

Konsultan geologis tersebut memiliki tugas pedampingan pembangunan karena jika ada pergerakan tanah saat dilakukan pembangunan, apa yang harus dilakukan pekerja, karena tidak bisa main-main pekerjaannya.

"Selain itu, kami juga memperhatikan kaidah sfesifikasi teknis dalam pembangunan, seperti pentilasi udara, conectting antara dua tunnel takutnya ada kebutuhan emergency, drainase dan penerangan," pungkas Wida.

Progres terowongan

Pembangunan terowongan tersebut dilakukan oleh kontraktor asal China, Metallurgy Corporation of China (MCC) yang berlangsung sejak Desember Tahun 2016 lalu. Panjangnya 472 meter dan memiliki dua tube (trowongan) yang setiap tubenya memiliki diameter 14 meter yang dapat digunakan untuk dua lajur kendaraan melengkapi rangkaian ruas jalan Tol Cisumdawu sepanjang 60,5 kilometer.

"Pengerjaan tunnel dilakukan dari Desember tahun lalu dan kini pengerjaannya baru 40 meter dan sedikut lagi 50 meter," jelas Wida

Wida mengungkapkan, untuk keseluruhan pembangunan proyek Tol Cisumdawu pada kontrak Fase II sudah mencapai 11 persen. "Target sesuai kontrak Bulan September 2019, tapi sesuai arahan pimpinan kami harus mengerjakan lebih cepat sebelum akhir tahun 2019," ungkapnya.

Proyek terowongan tol CisumdawuProyek terowongan tol Cisumdawu Foto: Wisma Putra/detikcom

Wida menambahkan, hingga saat ini pembangunan tunnel di Proyek Tol Cisumdawu berjalan dengan lancar. Jika dilihat dari kondisi tanah masih baik, diharapkan terus seperti itu agar membantu percepatan pembangunan tunnel.

"Ini terowongan jalan tol pertama di Indonesia yang dibangun dengan metode pengeboran New Austrian Tunneling Method. Metodenya sendiri dengan galian yang menggunakan alat ekskavator," tambahnya.


Proyek tol yang dilakukan peletakan batu pertama oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan akhir tahun 2011 silam itu, menghubungkan Kabupaten Bandung-Sp umedang-Majalengka.

Wida berujar, selain di Tol Cisumdawu, terowongan serupa juga di Cina dan Malaysia. Proyek tol Cisumdawu ini menelan biaya hingga Rp 700 miliar. (hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads