Follow detikFinance
Senin 21 Aug 2017, 15:15 WIB

Keberatan Motor Dilarang Masuk Sudirman, Pengusaha: Memberatkan Pekerja

Muhammad Idris - detikFinance
Keberatan Motor Dilarang Masuk Sudirman, Pengusaha: Memberatkan Pekerja Foto: Rengga Sencaya
Jakarta - Ruang gerak bikers di Jakarta semakin menyempit, ini setelah Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) berencana melarang kendaraan roda dua melintas di Jalan Sudirman dan Rasuna Said. Motor sendiri saat ini sudah dilarang melintas di Jalan MH Thamrin.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Suryadi Sasmita, mengatakan rencana larangan motor di kedua jalur arteri tersebut akan memberatkan pekerja, dan bisa menambah ongkos transportasi mereka untuk menuju kantor mereka di Sudirman dan Kuningan.

"Kenapa? Karena kendaraan yang murah ya itu motor. Kan dia kalau sekarang naik TransJakarta, kan dia harus jalan kaki lagi ke gang-gang. Kalau tidak, dia naik ojek dia kena biaya lagi," kata Suryadi kepada detikFinance, Senin (21/8/2017).

Menurutnya, banyak sekali kantor-kantor di dua kawasan tersebut tak bisa terjangkau langsung oleh transportasi umum yang sudah ada seperti Transjakarta. Sehingga, pengguna angkutan umum harus menyambung lagi dengan moda lain, termasuk ojek.

"Namun juga kalau memangnya di gang-gang kecil itu memberatkan pekerja. Kalau lihat soal karyawan ya pasti ada high cost, karena dia (keluar biaya) selain (untuk) TransJakarta," ungkap Suryadi.

Dia menuturkan, kalau pun belum ada alternatif transportasi yang murah untuk mengalihkan pemotor ke angkutan umum, sebaiknya perusahaan memberikan tambahan untuk selisih beban transportasi guna meringankan beban karyawannya.

"Mudah-mudahan apabila diterapkan, hendaknya selisih dia naik angkutan dengan motor, perusahaan itu tambah lagi (untuk transportasi)," jelas Suryadi.

Sebelumnya, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, menjelaskan uji coba pembatasan motor di kawasan Jalan Rasuna Said dan Jalan Jenderal Sudirman dilaksanakan pada pertengahan September. Aturan tersebut akan diterapkan pada pertengahan Oktober atau satu bulan setelah uji coba dan evaluasi.

"Untuk uji coba akan dilaksanakan tanggal 12 September sampai 10 Oktober 2017. Kemudian kita evaluasi sampai 28 September sambil menunggu Pergub keluar dan penerapannya dilaksanakan tanggal 11 Oktober," terang Budiyanto.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengusulkan ke Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), bahwa ruas yang diberlakukan pembatasan motor yakni di Jalan Sudirman dari Bundaran HI hingga ke Bindaran Senayan. Kemudian di Jalan Rasuna Said sampai Jalan Imam Bonjol juga diberlakukan pembatasan motor pada jam 06.00-23.00 WIB.

Sementara pembatasan lalu lintas sepeda motor pada lokasi segmen Bundaran HI-Jl Medan Merdeka Barat atau sampai Bundaran Patung Kuda sudah berjalan selama kurang lebih 2 tahun sesuai dengan Perda No 195 tahun 2015.

Pembatasan motor ini merupakan upaya untuk mengurangi kemacetan di kawasan Ibu Kota. Tercatat, selama kurun waktu 5 tahun, pertumbuhan motor mencapai 9,7% sd 11%, sementara kendaraan roda 4 rata-rata 7,9% sampai 8,75%. (idr/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed