Follow detikFinance
Rabu 23 Aug 2017, 14:36 WIB

Motor Dilarang Lewat Sudirman, Armada Trans Jakarta Harus Ditambah

Dana Aditiasari - detikFinance
Motor Dilarang Lewat Sudirman, Armada Trans Jakarta Harus Ditambah Foto: Rengga Sencaya
Jakarta - Pengguna kendaraan roda dua atau sepeda motor sebentar lagi tak bisa melintas di jalan Sudirman. Aturan tersebut akan diterapkan pada pertengahan Oktober atau satu bulan setelah uji coba dan evaluasi.

Peneliti transportasi dari Institut Studi Transportasi (Instran), Deddy Herlambang mengatakan, agar masyarakat yang bekerja di sekitar jalan Sudirman tidak merasa dirugikan, ada sejumlah hal yang perlu dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Yang paling penting adalah menambah jumlah armada Busway atau Trans Jakarta," sebut dia saat dihubungi detikFinance, Rabu (23/8/2017).

Dengan penambahan jumlah armada Trans Jakarta, sambung dia, maka headway alias jeda antar armada bisa lebih singkat. Ini sangat berpengaruh pada ketepatan waktu tiba para pekerja di kantornya masing-masing.

"Kalau sekarang, headway-nya itu bisa 15-30 menit sekali. Harusnya tiap 5 menit itu lewat. Jadi orang mau berangkat kerja enggak khawatir terlambat," jelas dia.

Selain tambah armada, sambung Deddy, perlu ada upaya juga untuk sterilisasi jalur Busway. "Jangan sampai itu jalur dipakai untuk kendaraan lain selain busway. Kan jadi percuma armada ditambah, tapi jalannya tersendat. Akhirnya yang kerja di sekitar Sudirman juga sulit sendiri. Ini kan merugikan masyarakat," sambung dia.

Tak cukup sampai di situ. Perlu disadari bahwa transportasi umum tak bisa mengantar masyarakat sampai ke rumah. Sebagai konsekuensinya, masyarakat tetap akan menggunakan kendaraan pribadi sampai ke halte terdekat.

"Untuk itu, yang penting juga adalah penyediaan kantung-kantung parkir yang murah. Misalnya di Ragunan, Blok M dan Sudirman," tandasnya. (dna/mkj)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed