Follow detikFinance
Rabu 23 Aug 2017, 19:15 WIB

Dulunya Miskin, Sekarang Desa Ponggok Jadi Makmur

Maikel Jefriando - detikFinance
Dulunya Miskin, Sekarang Desa Ponggok Jadi Makmur Foto: Hendra Kusuma
Klaten - Pemerintah sejak 2015 telah mengalokasikan sebagian kecil anggarannya untuk program dana desa. Di mana, program tersebut bertujuan untuk membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Sejak 2015 sampai 2017, anggaran dana desa terus mengalami peningkatan, terbukti di tahun ini telah dialokasikan dalam APBNP sebesar Rp 60 triliun yang akan tersebar di 75 ribu desa seluruh Indonesia.

Masing-masing desa mendapatkan alokasi yang berbeda-beda, tergantung dari kondisi desa itu sendiri. Keberhasilan memanfaatkan dana desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terjadi di Desa Ponggok, Klaten, Jawa Tengah.

Kepala Desa Ponggok Junaedhi Mulyono mengatakan, dari dana desa kini Desa Ponggok memiliki pendapatan yang cukup besar. Alokasi dana desa yang disalurkan pemerintah salah satunya digunakan untuk pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

BUMDes ini tugasnya mengelola potensi-potensi sumber daya alam sebagai ladang penghasilan bagi masyarakat. Salah satunya pengelolaan pariwisata Umbul Ponggok yang saat ini sudah terkenal di media sosial.

"Pemerintah desa ponggok harus mampu melibatkan dalam kesuksesan desa ponggok. Harus mampu mendorong lembaga desa berperan aktif dalam manajemen pemerintahan, prinsip GCG aktif warga desa berproses dalam pembangunan, membangun secara berkelanjutan," kata Junaedhi, Klaten, Rabu (23/8/2017).

Dulunya Miskin, Sekarang Desa Ponggok Jadi MakmurFoto: Hendra Kusuma

Dia merinci, anggaran dana desa pada 2015 sebesar Rp 277 juta dan digunakan untuk membangun infrastruktur dasar, antara lain jalan desa, sanitasi, hingga MCK sebanyak 50 unit.

Di 2016, anggaran meningkat menjadi Rp 622 juta dan penggunaannya tetap untuk infrastruktur dasar. Sedangkan untuk tahun ini, menjadi Rp 634 juta dan digunakan membangun saluran drainase 504 meter, infrastruktur jalan 136 meter, area parkir sebagai dukungan pariwisata seluas 945 meter.

Adapun, program unggulan Desa Ponggok adalah mengenai satu rumah satu sarjana yang intinya memperbaiki sektor pendidikan.

"Program unggulan kami memiliki yang mana satu rumah satu sarjana, di mana mahasiswa ini diberi Rp 300 ribu yang ditransfer ke rekening masyarakat, lalu ada program rehab rumah, sanitasi, air bersih, lalu perlindungan sosial lansia, dan perlindungan kesehatan untuk asuransi BPJS," kata dia.


Dengan visi dan misi yang jelas, serta melibatkan masyarakat dalam mengelola dana desa, kata Junaedhi, BUMDes Tirta Mandiri memiliki penghasilan yang cukup besar.

BUMDes Tirta Mandiri sendiri mengelola wisata Umbul Ponggok, Toko Desa, Ponggok Ciblon, budidaya perikanan. Di mana sejak 2013 pendapatannya baru mencapai Rp 211 juta, naik menjadi Rp 1,1 miliar di 2014 dan di 2016 melonjak menjadi Rp 10,3 miliar.

"Tahun 2017 ditargetkan pendapatan sebesar Rp 15 miliar," tegas dia.

Keberhasilan Desa Ponggok memanfaatkan dana desa, lanjut Junaedhi dikarenakan keterlibatan langsung masyarakat dan transaparansi penggunaan dana desa.

"Target implementasi itu tumbuh dan berkembangnya kepercayaan warga ponggok terhadap pemdes ponggok, meningkatkan partisipasi pemdes," tukas dia. (mkj/mkj)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed