Follow detikFinance
Kamis 24 Aug 2017, 21:14 WIB

Bukan di Pinggir Jalan, Pedagang Ini Jualan Hewan Kurban via Online

Datuk Haris Molana - detikFinance
Bukan di Pinggir Jalan, Pedagang Ini Jualan Hewan Kurban via Online Foto: Datuk Haris Molana/detikcom
Lhokseumawe - Menjelang hari raya kurban 2017, puluhan pedagang mulai menjajakan berbagai jenis hewan diberbagai tempat yang baik dan strategis. Namun, hal berbeda dilakukan Mustafa (38), warga Desa Uteun Bayi, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Aceh. Dia menjajakan hewan kurban peliharaannya itu via online.

Menurutnya, memajangkan foto hewan kurban miliknya di media sosial dan toko online membawa hikmah tersendiri. Selain salah satu langkah untuk mempermudah para pelanggan dalam mendapatkan hewan kurban seperti harapan dan keinginan juga dapat meraup keuntungan lebih.

"Cukup dengan mengupload foto-foto hewan dan nomor seluler beserta alamat. Jadi deh iklan beli hewan kurbannya. Para pembeli bisa dengan leluasa melihat langsung hewan yang akan dibeli di kandangnya langsung di Kawasan Desa Uteun Bayi, Lhokseumawe," kata Mustafa kepada detikcom, Kamis (24/8/2017).

Dia bercerita, selama menjual via online banyak peminat yang menyambangi kandang hewan ternaknya. Mereka pergi untuk melihat, jika berkenan merekapun membelinya.

"Dalam lima hari terkahir sejak saya lakukan penjualan sapi kurban melalui jasa via online banyak warga yang berkunjung ke kandang saya untuk melihat dan membeli sapi peliharaan saya," sebut Mustafa.

Mustafa berpendapat, penjualan sapi kurban dengan cara online merupakan salah satu langkah untuk mempermudah para pelanggan dalam mendapatkan sapi kurban seperti harapan.

"Setelah iklan dan juga link saya pasang, melalui rekan-rekan yang ikut membantu menyebarkanya maka hal tersebut berdampak positif. Sekarang pelanggan yang berkunjung tidak hanya berasal dari Kota Lhokseumawe saja, tapi dari berbagai kabupaten/ kota lainnya juga datang ke tempat saya," ujar Mustafa.

Semua sapi yang di perdagangkan Mustafa, merupakan sapi yang selama ini di peliharanya sendiri, bukan dari agen. Selain harga tergolong miring, di tempatnya juga menyediakan berbagai jenis sapi.

"Untuk harganya sendiri bervariasi, paling tinggi Rp 21 juta hingga terendah Rp 14 juta. Pada tahun lalu harga daging dengan berat 70 kilogram harganya mencapai Rp13 juta, saat ini dengan berat segitu di banderol seharga Rp 14 juta," sebut Mustafa. (hns/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed