Ternyata pernyataan candaan bernada ancaman tersebut cukup ampuh mendorong masyarakat untuk mengkonsumsi ikan. Setidaknya hal itu yang dilihat Susi dari akun Twitter miliknya.
"Sekarang masyarakat dengan saya pakai jargon tenggelamkan yang tidak makan ikan tenggelamkan, itu sekarang meningkatkan konsumsi ikan. Saya lihatnya dari Twitter saja," tuturnya di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Jumat (25/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tiap hari itu yang laporan 'saya sudah makan ikan Bu, besok saya menunya juga ikan lagi Bu'. Yang laporan itu ratusan ribu. Bahkan followers Twitter saya hari ini 490 ribu orang," imbuhnya.
Meski terkesan sepele, menurut Susi hal itu bisa menjadi parameter minat masyarakat untuk mengkonsumsi ikan sudah meningkat. Jika tingkat konsumsi masyarakat meningkat, maka masa depan bisnis perikanan semakin cerah.
"Jadi kalau mereka makan ikan 100 gram saja setiap hari tambahan itu sudah lumayan. Itu bisnis dan saya pikir sekarang semua tertarik kepada perikanan, tertarik makan ikan dan prospek yang saya pikir luar biasa," tukasnya.
Menurut catatan KKP, saat ini tingkat konsumsi ikan masyarakat Indonesia mencapai 43 kg per kapita per tahun. Pemerintah menargetkan konsumsi ikan nasional meningkat menjadi 54,5 kg per kapita per tahun. (wdl/wdl)











































