Follow detikFinance
Sabtu 26 Aug 2017, 15:57 WIB

Aplikasi PRIOQ KLIK Kementan Masuk Top 40 Inovasi Pelayanan Publik

Raras Prawitaningrum - detikFinance
Aplikasi PRIOQ KLIK Kementan Masuk Top 40 Inovasi Pelayanan Publik Foto: Dok Kementan
Solo - Kementerian Pertanian (Kementan) kembali mendapatkan penghargaan atas kinerjanya. Aplikasi pelayanan PRIOQ KLIK dari Karantina Tanjung Priok menjadi salah satu inovasi yang lolos dalam ajang penghargaan Top 40 Inovasi Pelayanan Publik 2017.

Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini diikuti oleh 3.054 peserta lainnya dari kementerian/lembaga/pemerintah daerah dan BUMN.

Penghargaan diberikan pada saat acara Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental Indonesia yang dilaksanakan di Stadion Manahan, Solo, Jumat (25/8/2017) kemarin.

Aplikasi PRIOQ KLIK memudahkan pengguna layanan jasa karantina dalam proses pengajuan karantina dengan cepat. Sebelumnya, pengguna jasa karantina di Tanjung Priok harus menunggu hasil verifikasi petugas secara langsung di kantor karantina atau harus menelepon petugas untuk menanyakan hasil verifikasinya.

Dengan adanya PRIOQ KLIK, pengguna jasa bisa memonitor hasil kapan pun dan di mana pun tanpa harus menunggu di kantor karantina. Aplikasi ini juga memberikan informasi tarif PNBP yang harus dibayar, nomor dokumen untuk transfer ke portal INSW, status transfer ke INSW, analisis reject INSW dan analisis kecepatan layanan (Service Level Agreement) untuk manajemen internal.

Sejak dipimpin Andi Amran Sulaiman, Kementan juga telah berhasil melakukan berbagai terobosan yang diapresiasi Jokowi. Salah satunya adalah 'Apresiasi Prestasi Lebaran 2017' dari Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP).

Penghargaan ini diraih karena Kementan berhasil melakukan pengamanan, pengendalian, dan kelancaran penyelenggaraan Lebaran 2017. Apresiasi ini juga diberikan sebagai tanda keberhasilan Kementan dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pangan pokok jelang Ramadan dan Idul Fitri 2017.

Sebelumnya, Kementan juga meraih penghargaan Pengelolaan Pengawalan Kepegawaian Terbaik Tingkat Kementerian Besar dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Serta mendapatkan penilaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dari dunia internasional Food and Agriculture Organization (FAO) melalui Asisten Direktur Jenderal Kundhawi Kadiresan memberikan apreasiasi terhadap keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada beras.

Lalu Global Food Security Index (GFSI) JUGA menempatkan Indonesia di peringkat 71 untuk negara yang meraih peningkatan ketahanan pangan tertinggi dengan skor 2,7 pada tahun 2016. Negara lain seperti Malaysia, Filipina, Vietnam, Taiwan, dan Uzbekistan juga mengapresasi kinerja Kementan dengan belajar dari kesuksesannya.

Misalnya Menteri Pertanian dan Sumber Daya Air Uzbekistan Zoir T Mirzaev yang mengungkapkan keinginannya untuk melakukan pertukaran peneliti dan mahasiswa, membangun kemitraan pertanian secara intensif dan menguntungkan, serta transfer teknologi lada, rempah, dan sumber genetik kedelai dari Indonesia.

Kementan juga telah merilis 300 inovasi teknologi hortikultura, peternakan, perkebunan, dan pendukungnya seperti bioteknologi, pemetaan, pemupukan, dan juga pasca panen pertanian. Pada bidang mekanisasi, 27 teknologi prototipe mekanisasi telah siap diterapkan untuk bawang merah, bawang putih, dan cabai terintegrasi mulai dari hulu ke hilir sejak Kamis (24/8/2017).

Di lain kesempatan, Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo tidak heran dengan prestasi yang diperoleh Amran dan jajarannya dalam meningkatkan produksi dan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, Amran termasuk menteri yang rajin turun ke masyarakat untuk melihat permasalahan yang sedang terjadi, khususnya pada petani.

"Menteri Amran ini memang termasuk menteri yang sejauh ini performanya sangat baik. Saya kira menteri yang bisa disebut bekerja, saya kira beliau. Selalu turun ke bawah dan lihat masalah di lapangan. Dari program-program dia bisa terlihat bahwa swasembada sudah tercapai, utamanya beras. Kemudian hortikultura dan jagung yang selama ini kebutuhannya selalu impor kini kita penuhi cukup dari petani kita," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Ia menambahkan, sejumlah masalah pertanian yang selama ini dikeluhkan petani justru bisa diselesaikan dengan baik. Salah satunya adalah masalah irigrasi yang bisa diatasi sehingga meningkatkan produksi petani.

"Masalah tentang irigasi ini sudah dapat perhatian dari awal. Cuma karena ada problem di anggaran sehingga tidak semua masalah pertanian bisa selesai secara serempak. Namun dalam penciptaan hasil pangan dalam negeri beliau bisa menjaga dan sangat berhasil. Saya lihat tidak ada keluhan. Kalaupun ada protes misal terhadap harga-harga, saya kira di mana pun, pasti ada kekurangannya," katanya.

Ia juga berharap, dari penghargaan ini supaya pemerintah bisa bersepakat akan pentingnya penyelesaian RUU Karantina yang tengah disusun oleh parlemen demi meningkatkan pelayanan di bidang perkarantinaan.

"DPR maunya undang-undang perkarantinaan ini dalam satu payung supaya tidak jauh jangkauannya. Intinya RUU Karantina ini tidak boleh setop di tengah jalan karena karantina ini merupakan garda terdepan lindungi pangan nasional terhadap masuknya hama-hama penyakit," tambhanya.

Ketua Komite II DPD Parlindungan Purba turut memberi apresiasi terhadap Amran dan jajarannya.

"Hebat, Mentan ini memang pekerja keras yang tak kenal letih. Beliau meletakkan pondasi pertanian yang kokoh sehingga cita-cita swasembada pangan akan segera terwujud," ucapnya.

Kementan bersama kemeterian lainnya memperoleh penghargaan di bidang inovasi pelayanan publik. Antara lain Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perindustrian, Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Hukum dan HAM, Polri, PT Taspen, serta 31 pemerintah provinsi juga pemerintah kabupaten/Kota. Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. (ega/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed