Nasib PT PIM Diputus Pekan Depan

Nasib PT PIM Diputus Pekan Depan

- detikFinance
Jumat, 13 Mei 2005 15:52 WIB
Jakarta - Bagaimana nasib PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) yang tengah sekarat karena tak ada pasokan gas? Tunggu saja. Pemerintah akan memutuskan opsinya pekan depan. Hal mengenai pabrik pupuk di Aceh itu disampaikan Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (13/5/2005). Wapres menjelaskan, karena masalah keamanan, maka ladang gas Mobil Oil di Blok A yang selama ini menjadi andalan PT PIM untuk menyuplai gas tidak bisa lagi berproduksi. Dan satu-satunya cara untuk memenuhi pasokan gas adalah mengimpor dari Qatar. Namun menurut Wapres, untuk realisasi impor gas dari Qatar itu membutuhkan subsidi dalam jumlah besar akibat naiknya harga gas dunia akhir-akhir ini. "Kita sedang hitung kekuatan subsidi kita sampai di mana. Lalu anggarannya diambil dari mana," kata Wapres.Dijelaskan dia, harga yang harus dibayarkan negara sebesar Rp 500 miliar untuk 10 kontainer gas yang dibutuhkan PIM sangatlah mahal. Karenanya akan dijajaki ulang mekanisme perjanjian komersial untuk menukar gas tersebut dengan pupuk produk PIM. "Kalau kita impor gas, sebaliknya kita juga bisa mengekspor pupuk ke sana," kata Wapres. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads