Follow detikFinance
Senin 28 Aug 2017, 18:13 WIB

Ada Investor Singapura yang Minat Danai Proyek LRT Jabodebek

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Ada Investor Singapura yang Minat Danai Proyek LRT Jabodebek Foto: Rengga Sencaya
Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, investor asal Singapura berminat mendanai pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek). Meski belum ada kesepakatan resmi, ia mengatakan investor tersebut telah mengajukan penawaran pendaanaan sebesar Rp 2 triliun.

Jumlah ini otomatis akan membuat pendanaan dari perbankan dalam negeri akan berkurang. Adapun dana perbankan yang rencananya bakal dibutuhkan dalam pembiayaan pembangunan LRT Jabodebek mencapai Rp 18-19 triliun.

"Jadi dengan itu, penyertaan modal dari bank lokal akan turun. Itu akan mancing swasta untuk masuk. Jadi porsi bank lokal nanti jadi berkurang Rp 2 triliun itu," katanya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (28/8/2017).

Namun demikian, Luhut masih enggan menyebutkan nama investor asal Singapura tersebut.

Sementara itu, pembahasan mengenai LRT saat ini masih akan terus berlangsung. Masih ada peraturan-peraturan yang sedang disusun dalam pembangunannya karena ini adalah kereta ringan pertama yang bakal dibangun di tanah air selain LRT Palembang. Namun pembahasan tersebut hari ini harus ditunda lantaran ada kegiatan lain yang diikuti.

"Bahas masih detil-detil karena ini pertama kali bikin LRT. Jadi peraturan pendukungnya banyak yang belum ada. Jadi mesti dibuat supaya lancar. Karena ini akan jadi copy paste untuk LRT lainnya," jelas Luhut.

Seperti diketahui, total biaya yang dibutuhkan untuk membangun pra sarana LRT Jabodebek sebesar Rp 21,7 triliun ditambah sarana Rp 5 triliun sehingga total pendanaan LRT Jabodebek adalah Rp 26,7 triliun. PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) dalam hal ini bertindak sebagai investor.

Skema pendanaan proyek LRT Jabodebek saat ini meliputi, Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada KAI sebesar Rp 5,6 triliun tahun depan ditambah dengan PMN KAI tahun lalu sebesar Rp 2 triliun menjadi Rp 7,6 triliun. Sedangkan sisanya akan didapatkan melalui pinjaman dari bank. (eds/dna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed