Dalam pemulihan layanan ini, Telkom melibatkan lebih dari 1.000 personil dari seluruh Indonesia. Teknisi tersebut akan melakukan migrasi pelanggan baik dalam hal penyiapan transponder pengganti maupun proses repointing antenna di sisi pelanggan ke satelit Telkom 2, satelit Telkom 3S, dan dua satelit asing lainnya.
Menurut Direktur Utama Telkom, Alex Sinaga, saat ini pihaknya sudah menyediakan seluruh transponder pengganti untuk 63 pelanggan satelit Telkom 1. Dari 63 pelanggan tersebut terbagi menjadi dua bagian, pelanggan yang menjadi end user dan pelanggan yang menawarkan layanannya kembali atau VSAT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tercatat total pelanggan satelit Telkom 1 sebanyak 63 dengan alokasi 29,26 Transponder Equivalent (TPE) dan jumlah site mencapai lebih dari 15.000. Alex menargetkan per harinya bisa memulihkan pelayanan 1.500 site, sehingga pada 10 September 2017 mendatang seluruh site bisa berjalan normal kembali.
"Dengan kecepatan 1.500 per hari mudah-mudahan bisa selesaikan paling lambat 10 September," tutur Alex.
Dari 15.000 site yang dilayani satelit Telkom 1, 12.030 di antaranya merupakan jaringan ATM. Dari 12.030 ATM yang dilayani satelit Telkom 1, 2.591 sudah dilakukan repointing.
"ATM hidup 2.591. Total 12.030 dari 15.000 tadi, kira-kira 3.000 (site) bukan ATM," ujar Alex.
Satelit Telkom 1 diluncurkan pada 13 Agustus 1999 dan didesain berumur 15 tahun. Namun berdasarkan hasil assesment dengan Lockheed Martin pada 2014 dan 2016, satelit Telkom 1 dinyatakan dalam kondisi baik dan dapat beroperasi normal hingga 2019.
Sejak 2016, Telkom telah memutuskan untuk meluncurkan satelit Telkom 4 di pertengahan tahun mendatang untuk menggantikan satelit Telkom 1 di slot orbit 108 BT. (ara/ang)











































