Follow detikFinance
Kamis 31 Aug 2017, 18:00 WIB

Ada Bakteri, Bibit Anggrek Impor dari Filipina Dimusnahkan

Niken Widya Yunita - detikFinance
Ada Bakteri, Bibit Anggrek Impor dari Filipina Dimusnahkan Foto: Anggrek Impor dari Filipina Dimusnahkan Kementan (Dok. Kementam)
Jakarta - Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Soekarno Hatta memusnahkan 15.095 batang bibit anggrek impor dari Filipina. Pemusnahan tersebut karena bibit anggrek mengandung bakteri dickeya chrysanthemi.

Dalam keterangan tertulis dari Kementan, Kamis (31/8/2017), bakteri tersebut merupakan OPTK (Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina) A1 golongan I. Artinya bakteri ini belum ada di Indonesia dan tidak dapat dibebaskan dengan cara perlakuan.

Bakteri Dickeya chrysanthemi menyebabkan penyakit busuk lunak pada tanaman anggrek dan dapat ditularkan melalui benih, tanah, sisa-sisa tanaman, dan air irigasi. Diperkirakan bakteri ini dapat mengancam pertanaman anggrek dan tanaman lainnya jika sampai masuk Indonesia.

Oleh karenanya bibit anggrek tersebut dimusnahkan dengan menggunakan incenetaror di halaman kantor IKH Kanatina Soekarno Hatta, hari ini. Pemusnahan dilakukan sesuai amanat UU No 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan untuk melindungi pertanian dalam negeri.

 Ada Bakteri, Anggrek Impor dari Filipina Dimusnahkan KementanFoto: Anggrek Impor dari Filipina Dimusnahkan Kementan (Dok. Kementam)

BBKP Soekarno Hatta juga memusnahkan beberapa komoditas pertanian yang masuk Indonesia. Pemusnahan tersebut tanpa disertai dokumen persyaratan dari negara asal, berasal dari daerah yang dilarang pemasukannya, atau ditemukan OPTK berdasarkan hasil uji Laboratorium BBKP Soekarno-Hatta sebanyak 231 kali upaya pencegahan dalam kurun waktu April - Agustus 2017.

Di antara komoditas tersebut:

1. Rice seeds sample 2,2 kg dari Filipina karena ditemukan OPTK A2 Golongan I, aphelencoides besseyi.
2. Sorghum seeds 200 kg dari Taiwan karena ditemukan OPTK A2 Golongan I, Pantoea stewartii subsp. stewartii.
3. Benih (Bawang, kacang, rumput, cabai, kedelai dan jagung) yang sebagian besar berasal dari Tiongkok.
4. Bibit (Tin dari Malaysia dan bawang dari Tiongkok).
5. Kurma dari Kerajaan Saudi Arabia, durian dan buah naga dari Malaysia, mangga dari Dubai, serta berbagai macam produk tanaman.

Selain komoditas tumbuhan, BBKP Soekarno-Hatta juga memusnahkan 3.314 ekor DOC dari USA yang telah mati dalam perjalanan. Selain itu 386 kg produk hewan lain yang turut dimusnahkan antara lain daging ayam dari Tiongkok dan Korea, daging babi dari Tiongkok, daging sapi wagyu dari Jepang, serta daging olahan dari Tiongkok dan Vietnam.

Tindakan karantina pemusnahan ini dilakukan guna mencegah masuk dan tersebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dari luar negeri. Dengan demikian, karantina berusaha melindungi pertanian dalam negeri dan sumber daya alam Indonesia. (nwy/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed