Usai memaparkan penggunaan utang, Sri Mulyani dicecar sejumlah pertanyaan oleh anggota komisi XI.
Pertanyaan pertama datang dari Ketua Komisi XI Melchias Marcus Mekeng. Ia menanyakan perihal sumber anggaran yang akan digunakan untuk membayar utang pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertanyaan lainnya datang dari Anggota Komisi XI dari Fraski PDIP, Hendrawan Supratikno. Ia mempertanyakan, bagaimana strategi pemerintah mengelola utang agar lebih produktif. Karena ia mencatat, masih ada alokasi utang yang belum dimanfaatkan.
Bila dibiarkan, dikhawatirkan akan menimbulkan kerugian bagi negara. Karena, pemerintah harus dibebani dengan bunga utang, namun utangnya tak dimanfaatkan dengan baik sehingga kurang berdampak bagi pembangunan dalam negeri.
"Banyak utang standby tapi belum digunakan. Jadi sayang ada missmatch di waktu pemanfaatannya? jika dibenahi akan lebih baik. Bagaimana caranya?" tanya dia.
Tak berhenti sampai di situ, Sri Mulyani juga dicecar perihal pemanfaatan utang yang ditarik pemerintah. Selain untuk infrastruktur, ke mana larinya utang tersebut? Mengapa tak dirasakan oleh masyarakat dampaknya.
"Kemampuan bunga pokoknya gimana cara bayarnya? Berapa lama kita pinjam? Kapan delunasinya berapa pokoknya (pokok pinjamannya)? Saya juga mau tanyakan, gimana cara gunakan utang? Apa terencana, terprogram? Selain infrastruktur, penggunaan yang tepat itu 200 juta lebih sampe anak kecil berutang. Ya jadi saya mah lihat, bertanya ke mana utang?" sebut dia. (dna/dna)











































