Deflasi Agustus Bukan Akibat Penurunan Daya Beli

Deflasi Agustus Bukan Akibat Penurunan Daya Beli

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 04 Sep 2017 16:08 WIB
Deflasi Agustus Bukan Akibat Penurunan Daya Beli
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Arif Budimanta, mengungkapkan deflasi yang terjadi pada Agustus tersebut bukan karena penurunan daya beli. Hal itu diindikasikan, dari 7 kelompok pengeluaran, 5 kelompok komoditas yang justru mengalami inflasi atau kenaikan harga.

Pemicu deflasi adalah kelompok bahan makanan (0,67%), kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan (0,60%).

Sementara kelompok pengeluaran lainnya mengalami kenaikan. Misalnya, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, naik 0,26%; sandang naik 0,32%; kesehatan naik 0,20%; perumahan, listrik, air, gas dan bahan bakar naik 0,10%; dan komponen pendidikan rekreasi dan olah raga mengalami kenaikan terbesar yaitu 0,80%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, nilai tukar petani pada periode Agustus tersebut mengalami kenaikan 0,94%. "Hal itu menandakan bahwa daya beli di tingkat petani tidak turun," ujar Arif dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/9/2017).

Hal serupa juga terjadi pada kelompok masyarakat menengah dan atas. Indikasinya, lanjut Arif, antara lain telah terjadi kenaikan pada komponen makanan jadi, sandang, perumahan, pendidikan.

Jika melihat data BPS, Arif mengungkapkan sejak Maret 2017 hingga saat ini, inflasi bahan makanan selalu berada di bawah inflasi umum. "Ini berarti laju kenaikan harga bahan makanan lebih terkendali dibandingkan dengan barang-barang lainnya," ujar Arif.

Kondisi ini penting, kata Arif menegaskan, mengingat bahan makanan merupakan kelompok pengeluaran merupakan komponen yang cukup besar berkontribusi terhadap kemiskinan. "Jika harga bahan makanan terkendali, maka tekanan terhadap kemiskinan juga lebih ringan," ujarnya.

Pada Agustus 2017, inflasi tahunan untuk kelompok bahan makanan sebesar 1,50%. Sedangkan inflasi umum mencapai 3,88%. "Mudah-mudahan pemerintah dapat mempertahankan kondisi seperti ini," katanya.

Secara lebih rinci, komoditas yang mendorong terjadinya deflasi pada Agustus 2017 adalah tarif angkutan udara, tarif angkutan antar kota, bawang merah, cabai rawit, bawang putih, ikan segar, minyak goreng, dan kelapa.

Penurunan tarif angkutan udara dan angkutan antarkota diakibatkan karena berakhirnya masa liburan yang terjadi pada bulan Juni dan Juli sehingga pada bulan Agustus kedua jenis kelompok pengeluaran tersebut mengalami penurunan yang signifikan.

Sementara penurunan harga komoditas bahan makanan diakibatkan karena bulan Agustus merupakan masa panen raya untuk beberapa komoditas. Sebagai contoh, kata Arif, pada Agustus 2017 terjadi panen raya untuk komoditas bawang merah dan pada bulan itu, Indonesia mampu mengekspor bawang merah ke Singapura dan Thailand. (mkj/mkj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads