Theo Toemion Tak Hadiri Pelantikan Kepala BKPM
Senin, 16 Mei 2005 11:07 WIB
Jakarta -
Pelantikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat sejarah, pasalnya pejabat lama Theo F Toemion tidak hadir. Meski demikian, prosesi alih jabatan ini berjalan lancar.Sejumlah wartawan yang hadir saat pelantikan Kepala BKPM Muhammad Luthfi di kantor BKPM, Jl Gatot Soebroto, Senin (16/5/2005) merasa heran dengan ketidakhadiran Theo. Namun, tidak diketahui persis apa alasan Theo tidak hadir. Sebagai informasi, Theo mundur dari posisinya karena terkait kasus pemukulan di pertandingan basket di Jakarta International School (JIS).Saat pelantikan tersebut tampak hadir sejumlah menteri di antaranya Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dan Menteri Perhubungan Hatta Rajasa.Menko Perekonomian Aburizal Bakrie menyatakan, tugas BKPM di depan sudah sangat banyak dan memerlukan penyelesaian segera. "Tentunya memerlukan koordinasidan sinkronisasi yang lebih baik. Masalah koordinasi dan sinkronisasi ini kami tekankan mengingat bidang investasi adalah lintas sektor dan lintas wilayah yang perlu kerjasama," tandas mantan Ketua Kadin ini.Aburizal mengatakan, ada beberapa hal yang perlu ditekankan kepada pejabat baru yaitu: Pertama, penyelesaian RUU penanaman modal yang baru yang sekarang konsepnya ada di Menteri Perdagangan. Kedua, melakukan penyempurnaan berbagai ketentuan dan peraturan yang dianggap mengganggu terjadinya kegiatan investasi.Kententuan yang dianggap menghambat terjadinya kegiatan investasi di antaranya perlunya penyempurnaan daftar negatif investasi, penyempurnaan ketentuan kepemilikan saham asing dalam perusahaan penanaman modal dan penyempurnaan dan sinkronisasi berbagai peraturan dari instansi terkait.Ketiga, melakukan koordinasi berbagai kegiatan promosi investasi baik di dalam maupun di luar negeri dengan departemen teknis terkait baik pusat maupun daerahsehingga meningkatkan citra Indonesia sebagai tujuan investasi yang aman dan mampu menarik investor melakukan investasi di Indonesia.Keempat, menyederhanakan dan mempercepat proses berbagai perizinan sehingga bisa memperlancar investasi di Indonesia. Kelima, membantu perusahaan-perusahaan dalam menyelesaikan hambatan yang dilalui dalam melakukan investasi."Kami percaya dengan kerja keras, ketekunan dan kepemimpinan Kepala BKPM yang baru serta kerjasama seluruh pejabat dan karyawan BKPM untuk menciptakaniklim investasi yang kondusif," ujar Aburizal.
(san/)










































