Hal tersebut disampaikan Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta, Tubagus Hikmatullah saat dihubungi detikFinance, Senin (4/9/2017).
"Belum resmi sih, tapi kita menjajaki ada ekstensi (perpanjangan) ke sana. Tapi ini wacana yang akan kita seriuskan, karena respons Wali Kota (Wali Kota Tangerang Selatan) juga bagus," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, ia belum bisa menyebutkan kapan rencana ini bakal direalisasi, mengingat hal ini masih bersifat wacana dan belum dilakukan studi kelayakan (feasibility study).
Rencana ini sendiri timbul lantaran masyarakat di bagian Selatan Jakarta cukup banyak yang melakukan komuter menuju ke Jakarta.
Lewat MRT, diharapkan semua masyarakat, termasuk sampai ke Serpong di Tangerang Selatan bisa meninggalkan kendaraan pribadinya dan menggunakan MRT sebagai transportasinya, sehingga masalah kemacetan tak lagi bertambah.
"Jadi masyarakat itu kan banyak di Selatan. Ini supaya menunjang program pemerintah DKI Jakarta untuk mengurangi kemacetan, jadi masyarakat di Selatan itu bisa kita potong (kemacetannya) dengan MRT itu. Kami melihat ini sangat berpotensi untuk membantu menurunkan tingkat kemacetan di Jakarta," tukasnya.
Pembangunan MRT tahap pertama dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI sekitar 18 kilometer (km) sendiri diperkirakan bakal rampung 2019. Beroperasinya MRT diharapkan bisa menjadi pemecah kemacetan di Jakarta yang tak kunjung usai. (dna/wdl)










































