Neraca Pembayaran RI Membaik

Triwulan II-2005

Neraca Pembayaran RI Membaik

- detikFinance
Senin, 16 Mei 2005 13:14 WIB
Jakarta - Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan II-2005 diperkirakan membaik seiring membaiknya kinerja modal karena adanya moratorium utang dan penerbitan obligasi internasional.Sementara itu, neraca transaksi berjalan diperkirakan masih mencatat surplus walaupun cenderung menurun dibandingkan triwulan sebelumnya. "Penurunan surplus disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan impor sejalan dengan peningkatan kegiatan ekonomi," kata Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (16/5/2005).Lalu lintas modal pemerintah diperkirakan akan mencatat surplus pada triwulan II-2005, terkait dengan mulai direalisasikannya moratorium utang oleh Paris Club. Lalu lintas modal dari pihak swasta juga mencatat surplus karena adanya aliran modal dalam bentuk portfolio investment masih akan masuk. Sejalan dengan membaiknya NPI, cadangan devisa akan meningkat.BI mencatat perkembangan NPI pada triwulan I-2005 didukung oleh kinerja ekspor sebagai dampak dari tingginya harga-harga komoditas internasional. "NPI pada triwulan I-2005 surplus sehingga posisi cadangan devisa menjadi US$ 36,3 miliar atau setara dengan 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah," ujarnya.Mengenai prospek ekonomi moneter ke depan, Burhanuddin mengatakan, ada tiga faktor risiko yang berpotensi memberikan tekanan pada kestabilan ekonomi yakni, pertama, tekanan inflasi AS. Kedua, harga komoditas internasional khususnya minyak akibat sisi pasokan yang masih rapuh di tengah permintaan dunia yang tetap tinggi. Ketiga, masih berlangsungnya fenomena ketidakseimbangan global di mana pertumbuhan ekonomi belum terjadi secara merata meski pertumbuhan ekonomi cukup tinggi.Bank Indonesia dengan mempertimbangkan ketiga faktor itu akan tetap mengarahkan dan mempertahankan kestabilan makro ekonomi dengan menjalankan kebijakan moneter yang cenderung ketat. (san/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads