Follow detikFinance
Selasa 05 Sep 2017, 18:55 WIB

Tarif dan Kuota Tak Diatur, Driver Taksi Online: Bisa Merugikan

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Tarif dan Kuota Tak Diatur, Driver Taksi Online: Bisa Merugikan Foto: Zaenal Effendi
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) telah mencabut Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 26 Tahun 2017, tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek alias taksi online.

Asosiasi Driver Online (ADO) menyatakan dengan dicabutnya aturan tersebut bisa merugikan driver taksi online. Khususnya, pencabutan tentang aturan tarif dan kuota taksi online.

"Masukan dari kami itu saat masih Permenhub Nomor 32 itu tarif dan kuota harus diatur. Makanya saat dicabut kami ngotot sekali untuk diatur. Karena dua hal ini yang mengatur kesinambungan driver online," kata Ketua Umum ADO, Christian Wagey dalam diskusi di Hotel Alila, Jakarta, Selasa (5/9/2017).

Menurutnya, tarif perlu diatur untuk dapat menjaga driver dari persaingan tarif murah operator taksi online. Selama ini, kata Christian, dengan adanya tarif murah para driver sulit untuk menutup biaya operasional. Oleh sebab itu ia meminta agar tarif batas atas dan batas bawah diatur.

"Karena persaingan harga dari para perusahaan aplikasi kami yang jadi korban, perusahaan aplikasi memberikan harga murah, tapi tidak memperhitungkan biaya operasional. Apalagi ditambah dengan biaya-biaya promo," terangnya.

"Tarif batas bawah itu melindungi driver, kenapa? Kami yang harus mengantar jemput penumpang akan merasakan rugi, karena biayanya tidak sesuai dengan operasional yang dibayar penumpang. Sementara batas atas untuk melindungi konsumen. Kalau batas atas tidak diatur, kalau ada penumpang yang paham bisa pindah ke taksi reguler," sambungnya.

Sedangkan untuk pembatasan kuota, tambahnya, diperlukan untuk menjaga persaingan sesama driver taksi online. Bila tak diatur, Christian khawatir driver taksi online akan terus bertambah dan dapat merugikan.

"Jadi semakin banyaknya kendaraan taksi online yang beredar, kalau tidak dibatasi persaingan itu sangat berat, dan itu sangat terasa. Sekarang ini untuk dapat 5 trip (perjalanan) saja susah. Karena sudah semakin banyak. Kendaraan semakin banyak," jelasnya.

Dirinya pun mengaku tak khawatir akan ditinggalkan penumpang bila tarif taksi online diatur. Sebab, menurutnya taksi online masih memiliki sejumlah kelebihan dibanding taksi konvensional.

"Kami berikan pelayanan, kenyamanan dan keamanan, dan kemudahan, artinya penumpang tidak perlu ke pinggir jalan, tinggal meng-order di rumah. Itulah kelebihan kami, makanya kami tidak takut dengan konvensional," tukasnya. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed