"Progres elektronifikasi jalan tol per Juli, masih di kisaran 30%," kata Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna dalam jumpa pers di Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (5/9/2017).
Angka ini semakin terlihat rendah jika melihat angka penggunaan non tunai di ruas-ruas tol Jabodetabek juga masih rendah. Dirut Jasa Marga, Desi Ariyani bahkan mengatakan program diskon tarif tol tak berpengaruh banyak untuk mendorong penggunaan uang elektronik di tol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, Ia mengingatkan kembali kepada para pengguna tol agar bisa membiasakan diri menggunakan uang elektronik bertransaksi di tol. Pasalnya, setelah tanggal 31 Oktober nanti, dipastikan tak ada lagi jalan tol yang akan menerima transaksi tunai.
"Kami sudah modifikasi gardu-gardu manual kami. Ada 60% manual, 40% untuk gardu otomatis. 60% yang manual ini sudah dimodifikasi, dipasang portal dan automatic barrier, tapi nanti satu per satu tidak bisa lagi terima tunai," pungkasnya. (eds/dna)










































