BPS: Indeks Tendensi Bisnis Turun
Senin, 16 Mei 2005 16:02 WIB
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada triwulan I-2005 indeks tendensi bisnis berada di bawah nilai 100 yaitu 98,93. Hal ini mengindikasikan kondisi bisnis pada triwulan I menurun dibandingkan triwulan IV-2004.Indeks di wilayah Jabotabek masih di atas 100 yaitu 101,02 yang mengindikasikan kondisi bisnis lebih baik dibanding triwulan IV-2004. Sedangkan indeks tendensi bisnis di luar Jabotabek di bawah 100 yaitu 96,46."Di Jabotaek ada tensi order yang lebih baik yang diperoleh para pebisnis," ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Slamet Sutomo di kantor BPS, Jl Dr Soetomo, Jakarta, Senin (16/5/2005).Prospek bisnis triwulan II -2005 yaitu April-Juni, indeks tendensi bisnis Indonesia diperkirakan di atas nilai 100 yaitu 106,19. Bila dilihat menurut wilayah, perkiraan indeks tendensi bisnis di Jabotabek meningkat menjadi 110,64 dan 100,97 untuk luar jabotabek. Hal ini mengindikasikan prospek bisnis akan meningkat.Sedangkan menyangkut indeks tendensi konsumen untuk triwulan I-2005 (Januari-Maret) untuk wilayah Jabotabek berada di bawah angka 100 yaitu 96,72. Bila dibandingkan dengan triwulan IV-2004 (Oktober-Desember 2004) mengindikasikan kondisi ekonomi konsumen menurun.Dilihat dari besaran indeks tendensi konsumen triwulan I-2005 menurun 13,64 poin dibandingkan triwulan IV-2004 menjadi 96,72. Ini mengindikasikan tingkat kepercayaan konsumen terhadap kondisi perekonomian menurun.Menurut Slamet Sutomo, kondisi perekonomian yang menurun ini dipengaruhi oleh menurunnya konsumsi konsumen terhadap komoditi bukan kebutuhan pokok seperti daging segar, pakaian, sepatu, buku, rekreasi dan lainnya.Prospek kondisi ekonomi konsumen pada triwulan II-2005 diperkirakan mendekati nilai 100 yaitu 99,26 jika dibandingkan dengan indeks tendensi triwulan I-2005 yang mengindikasi bahwa perkirakan kondisi ekonomi konsumen di wilayah Jabotabek relatif sama.
(san/)











































