Agus Martowardojo Janji Terapkan Good Governance

Agus Martowardojo Janji Terapkan Good Governance

- detikFinance
Senin, 16 Mei 2005 16:25 WIB
Jakarta - Meski belum memiliki program kerja yang jelas, Dirut Bank Mandiri yang baru terpilih Agus Martowardojo menjanjikan akan menerapkan good governance di bank terbesar di Indonesia tersebut.Dalam jumpa pers di kantor Bank Permata, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (16/5/2005), Agus menjanjikan peningkatan kapabilitas, pengembangan bisnis serta efisiensi operasional.Agus yang juga pernah menjabat Dirut Bank Permata selama 3 tahun mengatakan, langkah pertama yang akan dilakukan adalah mengadakan pertemuan dengan direksi Bank Mandiri. "Saya dulu pernah di Bank Mandiri namun sudah tidak ingat lagi bagaimana kondisinya. Makanya untuk tahap awal ini saya memerlukan waktu untuk mempelajari terlebih dahulu kondisi dan kinerja Bank Mandiri," ungkapnya.Menyinggung soal fluktuasi saham Bank Mandiri di Bursa Efek Jakarta, Agus mengatakan, Bank Mandiri adalah salah satu bank terbaik. Posisi keuangannya juga sangat bagus sehingga fluktuasi tersebut hanya sementara. "Dengan fundamental bank yang baik sekali, ke depannya saya akan melakukan yang lebih baik lagi yaitu meningkatkan kapabilitas bank, kontrol yang baik serta melaksanakan risk management yang baik," ujarnya.Saat ditanya adanya intervensi dari penguasa terhadap pengucuran kredit, Agus mengatakan, kondisinya sudah berubah. "Saya kira kondisinya telah berubah. Saat ini pemerintah menginginkan agar Bank Mandiri dalam menjalankan program kerjanya sesuai sistem perbankan yang sehat dan bebas intervensi dan saya yakin praktek itu tidak akan ada lagi," tandasnya.Agus juga mengakui bahwa dirinya tahu dicalonkan menjadi Dirut Bank Mandiri baru semalam. "Kami dapat informasi ini tadi malam. Menneg BUMN yang langsung bicara kepada saya," kata Agus sambil membantah adanya tarik-ulur dalam penetapan posisi direksi."Saya tegaskan di sini bahwa kami diperintahkan untuk menjabat sebagai direksi Bank Mandiri adalah amanah, pengabdian dan ibadah. Jadi saya perlu klarifikasi bahwa tidak ada tarik ulur tersebut," katanya.Menyangkut nasib kredit macet di bank plat merah terbesar di Indonesia ini, Agus belum bisa berkomentar karena masih akan melakukan review. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads