Follow detikFinance
Kamis 07 Sep 2017, 15:53 WIB

Di DPR, Sri Mulyani Buka-Bukaan Soal Daya Beli Masyarakat

Danang Sugianto - detikFinance
Di DPR, Sri Mulyani Buka-Bukaan Soal Daya Beli Masyarakat Foto: Ari Saputra
Jakarta - Saat ini banyak yang menilai adanya anomali dalam perekonomian Indonesia. Daya beli masyarakat dianggap lesu, seiring melambatnya kinerja beberapa pelaku industri ritel, di tengah data-data makro ekonomi yang positif.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, di depan rapat dengan Komisi XI DPR membongkar data terkait daya beli masyarakat dari tahun ke tahun sejak 2014. Pada 2014 memang terjadi perlambatan daya beli masyarakat untuk kelas atas yang tidak tumbuh sama sekali dari 2013. Untuk kelas mengah tumbuh 4% sedangkan masyarakat miskin tumbuh 6%.

"Memang untuk kelas atas saat itu hampir zero. Jadi mereka tidak tumbuh. konsumsi ini," tuturnya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/9/2017).

Kemudian untuk 2014 ke 2015 lebih parah. Pada saat itu konsumsi masyarakat tidak tumbuh di semua segmen. Bahkan untuk masyarakat menengah ke atas tumbuh negatif.

"Ini yang bisa disebutkan bahwa daya beli masyarakat betul-betul tertekan. Karena konsumsi tumbuh sangat nyaris nol persen. Yang menggambarkan kenapa pada tahun 2015 pertumbuhan kita mengalami pertumbuhan ekonomi yang di bawah 5%, yaitu 4,98%. Karena kontribusi dari konsumsi adalah yang paling lemah," tambahnya.

Namun di 2016 daya beli masyarakat mulai membaik. Untuk masyarakat miskin saat itu tumbuh hingga 6,5%. Sedangkan untuk masyarakat menengah tumbuh mencapai 10%.

Sedangkan hingga Maret 2017, Sri Mulyani mencatat, pertumbuhan daya beli masyarakat tumbuh sekitar 4% sampai dengan 8%. Memang catatan pertumbuhan daya beli masyarakat di 2017 lebih rendah dibanding pertumbuhan di tahun sebelumnya. Namun dia menegaskan bahwa masih ada pertumbuhan daya beli di 2017.

"Jika dibandingkan dengan tahun lalu terlihat lebih rendah, karena tahun lalu sampai 10%. Ini menggambarkan ada persepsi seolah-olah ada konsumsi melambat, daya beli menurun. Padahal kalau kita lihat growth (pertumbuhan) dari konsumsi per kelompok rumah tangga itu masih tumbuh, dan tumbuhnya masih cukup tinggi," tukasnya. (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed