Soal Permintaan Maaf ke RI
IMF: Lebih Baik Lihat ke Depan
Selasa, 17 Mei 2005 12:28 WIB
Jakarta - Sejumlah kalangan telah meminta IMF untuk meminta maaf kepada negara Asia, termasuk Indonesia, karena telah memberi resep yang salah untuk mengobati 'sakit' akibat krisis ekonomi. Bukannya segera minta maaf, IMF justru meminta negara-negara itu untuk melihat ke depan. "Rekomendasi banyak yang berbeda antara IMF dengan yang direkomendasikan. Rekomendasi banyak dipengaruhi faktor politik pada masa itu. Lebih baik lihat ke depan saja," ujar Direktur Departemen Asia Pasifik IMF Daniel Citrin. Citrin menyampaikan hal itu saat memperkenalkan Kepala Divisi Asia Pasifik IMF yang baru, yakni Odd Per Brekk kepada Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (17/5/2005).Tim Independen IMF sebelumnya menilai, IMF telah memberikan resep yang tidak tepat bagi sejumlah negara yang terkena krisis ekonomi pada sekitar tahun 1998, termasuk di antaranya Indonesia. Citrin menambahkan, IMF selama ini justru telah melakukan berbagai hal yang bisa meningkatkan ekonomi di negara Asia Pasifik tersebut. Menurut Citrin, IMF telah mempelajari rekomendasi dari tim independen tersebut dan mempelajari kesalahan dari masa lalu. Mengenai pertemuan dengan Wapres, Citrin mengaku IMF tidak memberi rekomendasi spesifik kepada pemerintah. IMF, kata Citrin, hanya menyatakan dukungan rencana ekonomi pemerintah untuk menekan defisit, menyehatkan perbankan khususnya BUMN dan menstabilkan moneter Indonesia.
(qom/)











































