Follow detikFinance
Jumat, 08 Sep 2017 10:35 WIB

Mengintip Pondok Cabe, Calon Bandara Komersial di Selatan Jakarta

Muhammad Idris - detikFinance
Foto: Muhammad Idris Foto: Muhammad Idris
Tangerang Selatan - Perubahan tampak pada Lapangan Terbang Pondok Cabe di Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, jika dibandingkan tahun lalu.

Pagar yang membatasi area bandara dengan Jalan Raya Pondok Cabe terlihat baru, dengan tetap menyisakan pagar lama yang sudah berkarat. Di atasnya membentang kawat berduri, sehingga membuat dua pagar berimpitan yang menghalangi orang keluar masuk area terbatas tersebut.

Mengintip Pondok Cabe, Calon Bandara Komersial di Selatan JakartaFoto: Muhammad Idris

Dari kejauhan, ditutupi rumput ilalang setinggi pinggang orang dewasa, aspal di landasan pacu terlihat tebal dan mulus. Pemandangan lainnya, yakni puluhan pesawat uzur berkarat terparkir di sudut-sudut landas pacu.

Beberapa alat berat dan crane terlihat terparkir di samping runway menjadi indikasi bandara itu tengah berbenah. Cat di gerbang masuk pun terlihat baru dengan kelir biru, merah, dan hijau muda. Warna yang identik dengan PT Pertamina (Persero).

Mengintip Pondok Cabe, Calon Bandara Komersial di Selatan JakartaFoto: Muhammad Idris

Bandara Pondok Cabe memang dimiliki oleh PT Pelita Air Service (PAS), anak usaha Pertamina yang bergerak di jasa maskapai penerbangan. Bandara tersebut tengah dirombak agar bisa difungsikan sebagai bandara komersial sebagaimana Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur.

Luasnya mencapai 170 hektar dengan panjang runway 2.200 meter dengan lebar 45 meter, sehingga memungkinkan bisa didarati pesawat berbadan sedang sekelas Boeing 737. Saat ini, bandara tersebut hanya difungsikan melayani penerbangan charter, serta pangkalan udara militer TNI AD, TNI AL, dan Polair.

Pengoperasian bandara yang terletak di Selatan Jakarta ini dilakukan lantaran wikayah tersebut dianggap cukup potensial untuk angkutan pesawat penumpang. Mengingat selain letaknya tak jauh dari ibukota, juga saat ini banyak kantong-kantong pemukiman di wikayah sekitarnya, apalagi saat ini Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta sudah dianggap terlalu padat.

Mengintip Pondok Cabe, Calon Bandara Komersial di Selatan JakartaFoto: Muhammad Idris

Perusahaan penerbangan yang sudah menyatakan minatnya lepas landas dari Bandara Pondok Cabe adalah Garuda Indonesia. Bahkan rencana awalnya, maskapai pelat merah tersebut mulai terbang dari Bandara Pondok Cabe pada Maret 2016 lalu. Namun bandara belum siap.

Dengan menggunakan pesawat ATR jenis 72-100, Garuda Indonesia berencana melayani penerbangan ke 8 kota dari Pondok Cabe. Antara lain ke Lubuk Linggau, Samarinda, Pangkalan Bun, Semarang, Palembang, Tanjung Karang, Ketapang, Yogyakarta.

Wacana menggunakan Bandara Pondok Cabe sebelumnya sudah cukup lama mengemuka. Namun baru sejak tahun lalu terlihat persiapan pembukaan bandara itu sebagai airport komersial.

Mengintip Pondok Cabe, Calon Bandara Komersial di Selatan JakartaFoto: Muhammad Idris

Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Agus Santoso, mengungkapkan terhambatnya operasional Pondok Cabe sebagai bandara komersial karena masih belum ditentukan menara kontrolnya, apakah menggunakan menara kontrol sendiri, atau bergabung dengan Halim Perdana Kusuma.

"Masih kita kaji dan telah pengembangan bandar udara ini. Pondok Cabe dan Halim ini saling potong, makanya harus satu komando. Kalau ada dua kan berantakan komandonya, kayak di militer kalau dua komando berantakan, satu menara di Halim, satu menara lagi di Pondok Cabe," kata Agus ditemui di Kemenhub, Jakarta, Kamis lalu (7/9/2017).

Diungkapkannya, selain masalah menara kontrol, hasil kajian juga mengindikasikan pembukaan bandara tersebut sebagai bandara komersial kurang bisa diterima warga sekitar landasan.

"Setelah kita adakan beberapa perhitungan dan analisis, ternyata banyak penduduk sekitar Pondok Cabe yang kurang begitu welcome terhadap pengoperasian Bandara Pondok Cabe sebagai bandara komersial, yang nantinya akan membangkitkan traffic yang luar biasa di daerah sana. Bahkan perekonomian masyarakat sana," jelas Agus. (idr/mca)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed