PLN Jalin Kesepakatan Soal Pasokan Gas

PLN Jalin Kesepakatan Soal Pasokan Gas

- detikFinance
Selasa, 17 Mei 2005 13:04 WIB
Jakarta - PT PLN berhasil mendapatkan komitmen dari sejumlah perusahaan untuk mendapatkan pasokan gas untuk memenuhi kebutuhan listrik di Indonesia. Pasokan gas ini sebagai upaya dari PLN secara perlahan mengurangi ketergantungan pada BBM.Pasokan gas tersebut telah disepakati melalui dua perjanjian gas sales and purchase agreement yang ditandatangani di kantor BP Migas, di Gedung Patra, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (17/5/2005). Total perjanjian yang diteken di atas 500 BBTUD (billion british thermal unit per day) dengan nilai kontrak sebesar US$ 1,4 miliar.Selain penandatanganan penjualan gas untuk PLN, ditandatangani juga dua perjanjian yakni gas sales and purchase agreement antara Petrochina International (Bermuda Limited) dan PT Henrison Iriana dan memorandum understanding antara JOB Pertamina-Amerada Hess Jambi Merang dengan PT PGN.Dua kesepakatan untuk PLN antara lain dengan Petronas Carigali Muriah Limited. Volume gas yang akan dipasok sebesar 145 BBTUD. Pasokan gas ini akan digunakan untuk bahan bakar PLTG Tambak Lorok di Jawa Tengah selama 10 tahun dengan harga US$ 2,78 per MMBTU.Selanjutnya, perjanjian antara Kalila (Bentu) operator PTY Limited dengan PT PLN sebanyak 15 BBTUD. Pasokan gas ini akan menjadi bahan bakar pembangkit listrik PLTG di Pekanbaru selama 15 tahun dengan harga US$ 2,65 per MMBTU.Sementara perjanjian gas antara Petrochina dan PT Henrison sebesar 1,2 BBTUD untuk industri kayu lapis di Papua dan akan dialirkan selama lima tahun dengan harga US$ 2,75 per MMBTU. Sedangkan JOB Pertamina-Amerada dengan PT PGN pasokan gas itu untuk memenuhi bahan bakar industri di Sumbagsel.Dirut PLN Eddie Widiono menyatakan pemenuhan kebutuhan pasokan gas PLN akan ditingkatkan. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan listrik yang meningkat seiring pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Upaya penambahan gas ini untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak yang terus naik.Eddie mengatakan pembelian gas ini sebagai bentuk kepercayaan asing kepada PT PLN. "Ini pertamakalinya PLN melakukan kontrak pembelian gas dengan asing tanpa standby letter of credit. Ini artinya asing sangat percaya kepada PLN," ujarnya.Di tempat yang sama, Kepala BP Migas Kardaya Warnika, mengatakan pemerintah akan terus mengupayakan mengganti bahan bakar minyak menjadi gas sebagai sumber energi alternatif. "Kita akan membanjiri Indonesia dengan gas," kata Kardaya. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads