Industri Kecil Terkendala Akses Bahan Baku

Industri Kecil Terkendala Akses Bahan Baku

- detikFinance
Selasa, 17 Mei 2005 13:35 WIB
Jakarta - Industri kecil di Indonesia selama ini mengalami kendala akses bahan baku. Pascakrisis, faktor modal menjadi hal yang krusial sehingga memerlukan perantara bahan baku.Demikian dikatakan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu usai membuka pasar murah Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) di Lapangan Pusat Industri Kecil (PIK), Pulogadung, Jakarta, Selasa (17/5/2005).Dicontohkannya industri tekstil di PIK sebelum krisis dapat menjual celana per potong Rp 10.000. Namun karena adanya perantara, bahan baku menjadi Rp 40.000, selain itu juga terpengaruh kurs.Sejauh ini Departemen Perdagangan telah bekerja sama dengan Dirjen Usaha Kecil Departemen Perindustrian untuk memasarkan, mendorong peningkatan mutu dan ekspor industri kecil.Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Lingkungan Industri dan Pemukiman Pulogadung M Zainudin membenarkan adanya perantara yang mengakibatkan harga bahan baku di industri naik 20 persen. Hal inilah yang mesti dibantu oleh pemerintah.Zainudin menjelaskan, di PIK Pulogadung ada 450 industri yang terdiri dari garmen, kulit, kosmetik, furnitur dan logam dengan nilai transaksi Rp 2 miliar per hari. Selama ini 15-20 persen industri kosmetik di PIK diekspor ke AS, sedangkan garmen dan kulit diekspor ke Eropa. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads