Garuda Tidak Ajukan Penjadwalan Utang ke ECA

Garuda Tidak Ajukan Penjadwalan Utang ke ECA

- detikFinance
Selasa, 17 Mei 2005 18:01 WIB
Jakarta - Garuda Indonesia tidak mengajukan penjadwalan utangnya kepada Export Credit Agency (ECA) sebesar US$ 522 juta dari total utang Garuda yang mencapai US$ 826 juta. Garuda mengaku siap mencicil utangnya ke ECA tersebut.Hal ini diungkapkan Dirut Garuda Emirsyah Satar usai bertemu Wapres Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (17/5/2005)."Total utang Garuda US$ 826 juta, porsi terbesar kepada ECA sebesar US$ 522 juta. Sementara, US$ 131 juta adalah utang kepada promissory note yang akhir tahun telah dibayar," ujarnya.Menurut Emir, utang terbesar kepada ECA tersebut dicicil tiap bulan sebesar lebih dari US$ 4 juta, sehingga per tahunnya pembayaran yang dilakukan sebesar US$ 50 juta dolar. Untuk pembayaran utang tersebut, Emir mengakui, telah melakukan pembicaraan dengan ECA beberapa waktu lalu. Namun, dalam pertemuan itu pihaknya tidak mengajukan penjadwalan pinjaman ke ECA.Pembelian BoeingGaruda Indonesia juga akan melanjutkan negosiasi dengan perusahaan Boeing mengenai pembelian 6 unit pesawat Boeing 777 dan 18 unit pesawat Boeing 737 New Generation. "Negosiasi dengan mereka tetap jalan. Tapi kami kemukakan kepada mereka, kita akan carikan penyandang dana. Jadi sebagai operating list atau mengambil delivery pesawat itu," kata Emirsyah Satar. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads