Menhub Blusukan ke Bandara di Pulau Paling Selatan RI, Apa Hasilnya?

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Minggu, 10 Sep 2017 19:06 WIB
Foto: Ardan Adhi Chandra-detikFinance
Rote Ndao - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hari ini melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Budi tiba di Bandara D C Saudale yang berlokasi di Rote sekitar pukul 11.30 WITA setelah transit di Bandara El Tari, Kupang.

Dalam kesempatan tersebut, Budi juga sempat meninjau beberapa fasilitas yang ada di bandara di pulau paling selatan Indonesia. Ia menilai fasilitas bandara sudah cukup baik dan memadai untuk melayani penumpang.

"Fasilitas di Bandara D C Saudale Rote ini relatif baik dan sudah digunakan untuk melayani penumpang secara baik," ujar Budi di Bandara D C Saudale, Rote Ndao, NTT, Minggu (10/9/2017).

Lebih lanjut Budi mengatakan sebagai daerah paling selatan dari wilayah Indonesia, fasilitas transportasi di Rote juga harus berjalan baik.

"Rote pulau paling selatan di Indonesia dan sebagai suatu legitimasi wilayah Indonesia. Saya sengaja datang ke sini untuk memastikan sarana transportasi, khususnya laut dan udara berjalan baik," tutur Budi.

Sebagai informasi, Bandara D C Saudale Rote dulunya bernama Bandara Lekunik berlokasi di Kabupaten Rote Ndao. Bandara ini merupakan bandara kelas III dengan Panjang landas pacu 1.650 meter x 30 meter dan Taxiway 75 meter x 18 meter. Sedangkan Apron (pcn) 120 meter x 85 meter serta luas gedung terminal 1.170 m2.

Jumlah penumpang pada bandara ini 41.694 orang pada 2016 dengan pergerakan pesawat sebanyak 756 pesawat per tahun dengan total kargo mencapai 377 kg per tahun.

Bandara D C Saudale Rote saat ini masih dilayani satu maskapai yakni Wings Air yang menggunakan pesawat ATR 72, tujuan Kupang-Rote PP dengan pergerakan 7 kali seminggu.

Ke depan, Bandara ini akan dikembangkan lagi. Total lahan yang dibutuhkan untuk pengembangan bandara adalah 64,60 hektar. Lahan eksisting saat ini berjumlah 51,40 hektar sehingga masih dibutuhkan 13,20 hektar yang belum dibebaskan oleh Pemerintah Daerah. Rencananya lahan ini akan digunakan sebagai tempat parkir terminal dan jalan akses.

Guna mendukung pengembangan bandara ini, untuk tahun 2018 telah dianggarkan biaya sebesar Rp 49.160.428.000. Anggaran ini digunakan untuk kegiatan Pelapisan Runway Termasuk Turning Area dalam rangka peningkatan PCN dengan Aspal Concrete Tebal 7,5 CM, Pemenuhan Standar Runway Strip Area Perpanjangan Landas Pacu, Pekerjaan Interior Gedung Terminal Pembuatan Drainase Terbuka Pasangan Batu Kali dan Tembok Penahan Tanah Areal Gedung Kantor Administrasi Baru, Pembangunan gedung operasional Type 54 (1 Unit), Type 45 (2 unit) dan Type 36 (5 Unit), peningkatan jalan lingkungan dan lain sebagainya.

Sedangkan pada tiga tahun sebelumnya pagu anggaran bandara ini telah menghabiskan lebih kurang Rp 105 miliar. Adapun rinciannya Rp 47.467.092.000 (2015)‬, Rp 30.252.440.000 (2016)‬ dan Rp 27.831.043.000 (2017). (ara/dna)