Proyek Tol Cijago Mentok di UI Karena Lahan, Warga Minta Berapa?

Muhammad Idris - detikFinance
Senin, 11 Sep 2017 13:46 WIB
Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Proyek Jalan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) terus dikebut pengerjaannya. Tol sepanjang 14,64 kilometer (km) ini sudah mulai tampak fisiknya dari Jalan Raya Bogor hingga ke rencana pintu tol di belakang Kampus UI.

Namun setelah itu, pembangunan mentok atau tak menyambung lantaran masih banyak warga yang bertahan dan tak melepas tanahnya untuk proyek tol.

Salah seorang warga RW 06 Kukusan yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan saat ini ada 30 bidang lahan yang belum juga dibebaskan di Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok. Warga meminta ganti rugi lahan hingga Rp 15 juta per meter.

"Ditawarkan sama yang bangun tol itu Rp 12 juta (per meter). Warga di sini mintanya Rp 15 juta. Makanya sampai sekarang masih bertahan, warga yang kena yang masih bertahan minta segitu," kata dia, ditemui ditemui detikFinance di rumahnya, Senin (11/9/2017).

Sementara untuk harga pasaran tanah di sekitar jalan tol sendiri di wilayah Kukusan, tak jauh dari Kampus UI, saat ini berkisar Rp 5-7 juta per meternya.

"Kalau pasaran tanah di sini harganya Rp 5 juta kalau agak ke dalam per meternya. Ada jalan pinggiran ya Rp 7 juta per meter. Malah yang deket (Jalan) Margonda dekat jalan besar itu sudah Rp 50 juta per meter," ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang warga Kukusan yang rumahnya terkena proyek Tol Cijago, Suraji, enggan membeberkan harga tanah yang dimintanya kepada panitia pembebasan tanah.

"Yah pokoknya harus sepakat musyarawarah mufakat. Saya enggak mau sebut angka, tapi namanya warga ya harganya harusnya bisa untuk kehidupan yang lebih baik," ucap Suraji yang 3 meter di belakang rumahnya sudah dikeruk oleh alat berat untuk proyek tol.

Dia mengungkapkan, warga yang memiliki 30 bidang lahan di Kukusan sudah kompak tak ingin melepas lahannya jika harga yang ditawarkan tak sesuai.

"Sudah berapa kali rapat enggak kehitung. Diundang ke hotel buat rapat, diundang ke kantor Wali Kota juga enggak sepakat. Yang penting warga bisa dapat lebih baik kalau pindah. Saya setuju pembangunan," pungkas Suraji.

Seperti diketahui, pembangunan jalan Tol Cijago dikerjakan secara tiga seksi. Yang pertama telah dapat digunakan sejak 2012 lalu, dengan panjang 3,7 km.

Kemudian Seksi-II sedang dalam tahap pengerjaan, dengan panjang 5,5 km mulai dari Jalan Raya Bogor hingga Kukusan. Sedangkan untuk Seksi terakhir, akan membentang dari Kukusan hingga Cinere dengan panjang 5,4 km. (idr/wdl)