Follow detikFinance
Senin 11 Sep 2017, 15:56 WIB

Sri Mulyani dan Komisi XI DPR Sepakati Asumsi Dasar RAPBN 2018

Hendra Kusuma - detikFinance
Sri Mulyani dan Komisi XI DPR Sepakati Asumsi Dasar RAPBN 2018 Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah memberikan persetujuan awal terkait dengan asumsi dasar ekonomi makro dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) tahun anggaran 2018.

Rapat yang awalnya diskors karena makan siang ini dimulai kembali atau dicabut skornya sekitar pukul 15.05 WIB. Pimpinan Rapat Komisi XI Melchias Marcus Mekeng mengatakan, asumsi yang berubah dan disepakati adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan Suku Bunga SPN 3 bulan.

Dia menyebutkan, seluruh fraksi Komisi XI menyetujui pertumbuhan ekonomi di level 5,4%, inflasi 3,5%, nilai tukar Rp 13.400 per US$, dan tingkat bunga SPN 3 bulan 5,2%.

"Bisa disetujui yah, enggak ada range (rentang) lagi sudah Rp 13.400," kata Mekeng di Ruang Rapat Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (11/9/2017).

Untuk target pembangunan ekonomi, Mekeng mengungkapkan, Komisi XI menyetujui tingkat kemiskinan berada di level 9,5-10%, tingkat pengangguran berada di level 5-5,3%, gini rasio sebesar 0,38, dan indeks pembangunan manusia (IPM) di level 71,5.

"Jadi kita sudah sepakati bu menteri indikator ekonomi untuk dibahas di Banggar, semoga pertumbuhan ekonomi ini bisa tercapai, tentunya kita ingin lihat masyarakat semakin sejahtera," ungkap dia.

Menanggapi itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan melakukan kerja lebih keras lagi untuk bisa mencapai asumsi yang sudah disepakati tersebut.

"Memang butuh kebijakan dan tindakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk perbaiki iklim investasi, karena untuk capai pertumbuhan 5,4% adalah investasi yang tumbuh di atas 6% dan daya beli yang dijaga sehingga konsumsi rumah tangga bisa di atas 5%," kata Sri Mulyani.

Tidak hanya itu, lanjut dia, persetujuan dari Komisi XI DPR terkait asumsi dasar ekonomi makro untuk 2018 juga akan disampaikan kepada seluruh jajaran pejabat kabinet kerja.

"Kami akan sampaikan kepada jajaran kabinet, lalu kepada Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla," tukas dia.

Diketahui, asumsi dasar ekonomi awal yang telah tercatat dalam RAPBN 2018 untuk pertumbuhan ekonomi ditetapkan 5,4%, inflasi 3,5%, nilai tukar rupiah terhadap dolar Rp 13.500, suku bunga SPN 3 bulan 5,3%, harga minyak (ICP) US$ 48 per barel, lifting minyak 800 ribu barel per hari (bph), dan lifting gas 1,2 juta barel setara minyak. (mkj/mkj)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed