Ada Tol Cijago, Banyak Pengembang Apartemen Buru Tanah di Belakang UI

Muhammad Idris - detikFinance
Senin, 11 Sep 2017 16:15 WIB
Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Proyek jalan Tol Cinere-Jagorawi atau Cijago membuat harga tanah di beberapa wilayah Kota Depok melonjak tinggi. Selain itu, aksesnya yang semakin mudah membuatnya banyak pengembangan berburu lahan di sekitar jalan tol.

Andon, salah seorang warga RT 03 RW 06 Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok, mengatakan sejak 3 tahun lalu mulai banyak pengembangan yang memburu tanah di sekitar Kukusan, terutama yang dekat dengan akses keluar masuk tol di belakang Kampus Universitas Indonesia (UI).

"Dulu pengembang cari lahan di dekat Margonda. Sekarang pada cari tanah di sini karena ada tol dibangun. Ini kan masuk tol itu dekat sekali, naik gila-gilaan harganya," kata Andon kepada detikFinance, Senin (11/9/2017).


Dia mengungkapkan, harga tersebut saat ini sudah sangat jauh dari harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang berlaku. Harga tanah di kawasan Kukusan yang berada di Selatan Kampus UI saat ini sudah mencapai di atas Rp 7 juta per meternya. Sementara 3 tahun lalu, harganya masih Rp 2 juta per meternya.

"Karena nanti ini ada tol kan, jadi ada jalan akses yang mau dibuat ke UI. Jadinya mahal, banyak dicari buat dibangun apartemen. Tuh lihat apartemen dekat kampus sudah banyak sekali. Banyak yang cari-cari tanah," kata Andon.

Menurut dia, berbeda dengan lahan kosong di dekat Margonda yang sudah sangat padat, lahan di belakang Kampus UI di Kukusan terbilang masih cukup banyak. Akses keluar masuk ke jalan tol akan membuat kawasan tersebut jadi 'halaman depan' Kampus UI.

"Depan rumah saya ini juga masih kosong. Kalau ditawar Rp 7 juta per meter sudah enggak mau. Mahal harganya sekarang," tutur Andon.

Asep, warga Kukusan lainnya, mengungkapkan hal yang sama. Dia berujar, tanah pekarangan di sebelah rumahnya baru saja dilepas di harga Rp 7 juta per meter ke sebuah pengelola rumah sakit.

"Itu baru bulan lalu dijual tanah sebelah rumah harganya Rp 7 juta per meter. Padahal sebelum ada tol harga pasarannya cuma Rp 1,2 juta per meter. Banyak yang cari lahan setelah ada tol," pungkas Asep. (idr/wdl)