Hadir dalam rapat tersebut, antara lain Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama dengan jajarannya, Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Emma Sri Martini, dan perwakilan PT KAI selaku investor proyek.
Luhut mengatakan, rapat tersebut dilakukan sebagai bentuk koordinasi berbagai pihak terkait LRT, baik dari pihak regulator maupun investor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luhut juga mengatakan, mekanisme pembiayaan masih sama dengan yang sebelumnya. Dirinya menargetkan seluruh masalah pembiayaan rampung pada November mendatang.
"(Pembiayaan) semua enggak ada masalah, semua berjalan bagus. Pencairan dana penandatanganan tentu ada layer yang harus diselelesaikan. Kita kejar akhir Oktober harus selesai, financial closing-nya memang November," terangnya.
Sementara itu, Budi Karya menambahkan pembahasan LRT saat ini fokus terhadap perencanaan model bisnis yang lebih detail. Seluruh pihak juga melakukan koordinasi untuk memuluskan masalah pembiayaan.
"Jadi SMI dan Kementerian Koordinator Maritim bersama Kemenhub membuat model bisnis yang lebih detail, berkaitan dengan berbagai aspek, baik hubungan antara Kemenhub dengan berbagai pihak, juga sudah mulai berkaitan bagaimana bank-bank itu diatur tentang bagaimana meminjam, bagaimana menjamin, dan sebagainya," terangnya.
"Sekarangkan gambaran besarnya adalah PT KAI sebagai investor, dan dari investor itu kita memberikan hak konsesi kepada PT KAI, terus kita juga membayar kekurangan melalui PSO. Nah yang sekarang ini diatur ini lebih banyak hal-hal yang harus menjadi bagian penting dari suatu proses, seperti perjanjian-perjanjian segala macam itu dibuat. Lalu hubungan dengan lender juga dibuat," terangnya. (mca/mca)











































