Follow detikFinance
Senin 11 Sep 2017, 19:44 WIB

Luhut: Masalah Pembiayaan LRT Selesai 2 Bulan Lagi

Fadhly Fauzi Rahman - detikFinance
Luhut: Masalah Pembiayaan LRT Selesai 2 Bulan Lagi Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mengelar rapat proyek Light Rail Transit Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (LRT Jabodebek) di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (11/9/2017).

Hadir dalam rapat tersebut, antara lain Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama dengan jajarannya, Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Emma Sri Martini, dan perwakilan PT KAI selaku investor proyek.

Luhut mengatakan, rapat tersebut dilakukan sebagai bentuk koordinasi berbagai pihak terkait LRT, baik dari pihak regulator maupun investor.

"LRT itu kan barang baru, jadi mensinkronisasikan satu sama lain semua kementerian, peraturan, perlu kita harmonisasi. Semua progress bagus, semua sepakat mencari solusi semua masalah," kata Luhut di kantornya, Jakarta, Senin (11/9/2017).

Luhut juga mengatakan, mekanisme pembiayaan masih sama dengan yang sebelumnya. Dirinya menargetkan seluruh masalah pembiayaan rampung pada November mendatang.

"(Pembiayaan) semua enggak ada masalah, semua berjalan bagus. Pencairan dana penandatanganan tentu ada layer yang harus diselelesaikan. Kita kejar akhir Oktober harus selesai, financial closing-nya memang November," terangnya.

Sementara itu, Budi Karya menambahkan pembahasan LRT saat ini fokus terhadap perencanaan model bisnis yang lebih detail. Seluruh pihak juga melakukan koordinasi untuk memuluskan masalah pembiayaan.

"Jadi SMI dan Kementerian Koordinator Maritim bersama Kemenhub membuat model bisnis yang lebih detail, berkaitan dengan berbagai aspek, baik hubungan antara Kemenhub dengan berbagai pihak, juga sudah mulai berkaitan bagaimana bank-bank itu diatur tentang bagaimana meminjam, bagaimana menjamin, dan sebagainya," terangnya.

"Sekarangkan gambaran besarnya adalah PT KAI sebagai investor, dan dari investor itu kita memberikan hak konsesi kepada PT KAI, terus kita juga membayar kekurangan melalui PSO. Nah yang sekarang ini diatur ini lebih banyak hal-hal yang harus menjadi bagian penting dari suatu proses, seperti perjanjian-perjanjian segala macam itu dibuat. Lalu hubungan dengan lender juga dibuat," terangnya. (mca/mca)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed