Follow detikFinance
Selasa 12 Sep 2017, 15:27 WIB

Bahas Persoalan Petani, Jokowi Kumpulkan Menteri Hingga Dirut BUMN

Hendra Kusuma - detikFinance
Bahas Persoalan Petani, Jokowi Kumpulkan Menteri Hingga Dirut BUMN Foto: Muhammad Iqbal
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) siang ini memanggil beberapa pejabat negara, mulai dari menteri kabinet kerja, direktur utama perbankan BUMN, Bulog, hingga gubernur.

Pemanggilan tersebut untuk melakukan rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta Pusat. Topik yang dibahas kali ini mengenai kesejahteraan petani.

Dalam pembukaannya, Jokowi meminta agar pemerintah fokus untuk meningkatkan kesejahteraan para petani di Indonesia.

"Hari ini akan dibahas langkah-langkah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani," kata Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (12/9/2017).

Peningkatan kesejahteraan petani, kata Jokowi, bukan lagi pada sektor budidaya melainkan pada proses bisnisnya langsung.

"Kalau kita lihat sekian tahun ke belakang, kita selalu berkutat pada onfarm-nya, selalu berkutat pada sektor budidayanya. Kita lupa bahwa petani akan mendapatkan keuntungan yang besar itu sebetulnya dari proses bisnisnya, dari proses agrobisnisnya. Bukan karena di-onfarm-nya bukan karena di sektor budidayanya," papar dia.

Nilai tambah yang tinggi sangat baik dalam meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia. Oleh karenanya, paradigma pemerintah untuk mensejahterakan petani harus diubah.

"Jangan sampai kita terlalu berkutat pada sektor budidaya yang berkaitan dengan benih yang berkaitan dengan benih, yang berkaitan dengan insektisida, itu betul itu penting, tetapi kalau kita ingin memberikan keuntungan yang besar sekali paradigma kita harus tahu bahwa kita harus masuk ke sektor proses bisnisnya, ke sektor agrobisnisnya," jelas dia.

Paradigma agribisnis yang dimaksud, kata Jokowi, bagaimana petani memiliki mesin pertanian sendiri, serta aplikasi-aplikasi produksi yang modern. Dibutuhkan juga keterlibatan perbankan untuk memberikan akses pembiayaan kepada petani.

Kemudian, petani juga harus memiliki industri pengolahan sendiri yang benar-benar modern, serta mampu mengemas produk pertanian yang modern.

"Petani mestinya juga harus memiliki industri pengolahan pasca panen, kalau beras misalnya ke tepung. Proses-proses bisnis, proses-proses agribisnis seperti inilah yang sebetulnya akan memberikan nilai tambah yang besar sekali ini. Paradigma ini marilah kita ajak petani-petani untuk berkumpul dalam sebuah kelompok besar petani kalau nanti saya berbicara mengkorporasikan petani ini baru kelihatan mau menjadikan petani dibawah konglomerat, bukan itu," kata dia.

Melalui kelompok besar atau mengkorporasikan petani menjadi wadah sekaligus proses belajar manajemen yang modern terkait dengan cara-cara pengolahan industri yang modern dan sekaligus memasarkannya.

"Dengan sebuah manajemen yang baik, saya kira proses inilah yang akan menguntungkan petani," tukas dia. (mca/mca)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed