Follow detikFinance
Selasa 12 Sep 2017, 19:43 WIB

Luhut Minta Bandara Kertajati untuk Berangkat Haji Tahun Depan

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Luhut Minta Bandara Kertajati untuk Berangkat Haji Tahun Depan Foto: dok. AP II
Jakarta - Bandara Kertajati yang saat ini tengah dalam pembangunan ditargetkan bisa mulai beroperasi pada tahun depan. Rencananya, Bandara yang sempat beberapa kali tertunda jadwal pengoperasiannya ini bakal bisa melayani embarkasi haji tahun depan.

"Pak Menko Maritim (Luhut Binsar Panjaitan) minta Juni 2018 harus sudah siap, untuk penjadwalan penerbangan haji. Jadi Lebaran Haji tahun depan, bandara Kertajati sudah beroperasi untuk embarkasi haji. Jawa Barat misalnya, semuanya nanti bisa ke situ," kata Direktur PT Angkasa Pura II (Persero) Tbk Muhammad Awaludin saat ditemui usai rapat koordinasi di Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (12/9/2017).

Dia mengatakan, saat ini pihaknya telah menyepakati dua hal menuju penyelesaian porsi pemegang saham dan operator Bandara Kertajati sebagai bagian dari kerja sama operasional pada saat Bandara ini nanti beroperasi.

Dalam satu bulan ke depan, pihaknya akan menyelesaikan due diligence dengan Pemprov Jawa Barat terkait kesepakatan kerja sama pemanfaatan dan pengoperasian Bandara Kertajati.

"Sehingga di situ, komponennya sudah lebih detail. Contohnya bagaimana berkaitan dengan biaya operasi, berkaitan dengan sumber daya manusia, berkaitan dengan aspek marketing dan lain-lain," ujarnya.

Sebulan setelah itu, Pemprov dan AP II akan menyelesaikan besaran berapa porsi pembagian dan pembelian saham secara konkrit. Sehingga di November nanti, besaran saham AP II dalam menjadi operator bersama BIJB sekaligus sebagai shareholder akan selesai.

"Kerja sama dalam rangka pembelian saham, di situ ada dana reksa (arranger untuk RDPT), Jasa Sarana, BIJB (BUMD Pemprov Jabar) dan AP II," jelas Awal.

Setelah semua selesai di bulan November, maka konsorsium dari AP II dan Pemprov Jabar (dalam hal ini diwakili oleh dana reksa berupa penyertaan terbatas) yang akan menjadi operator bandara ini akan resmi terbentuk, sehingga persiapan untuk sumber daya manusia dan pengoperasian pun bisa dilakukan.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengatakan, kesepakatan ini akan membuat pembangunan bandara akan menjadi lebih pasti sesuai dengan rencana, demikian pula untuk pengoperasian bandara yang sudah jelas.

Lanjut dia, dalam rencana operasional tersebut, juga disepakati kerangka prasarana dan sasarannya. Di antaranya melengkapi runway dari 2.300 meter menjadi 3.000 meter. Kemudian pembebasan jalan non tol dan tol agar ada dua jalur yang menuju ke bandara.

"Untuk yang non tol, Rp 77 miliar sudah kami siapkan. Untuk jalur tol juga pembebasan lahan Rp 120 miliar sudah kami siapkan. Yang 2017-2018 Pemprov Jabar akan membangun jalannya. Nanti, 2018 untuk tol Kementerian PU akan bangun jalan tol," jelas pria yang akrab disapa Aher tersebut. (eds/dna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed