"Jangan seperti pola pikir penjajah yang hanya melihat sesuatu dari kekayaan alamnya. Bergeserlah pada pembangunan yang mengandalkan SDM atau human capital," ujar Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri dalam keterangan tertulis, Selasa (12/9/2017).
Hanif mengatakan itu saat memberi sambutan pada Indonesia Career Center Network Summit (ICCNS) 2017 di IPB International Convention Centre, Bogor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelatihan vokasi dilakukan oleh berbagai pihak seperti pemerintah pusat/daerah melalui Balai Latihan Kerja (BLK), perusahaan swasta melalui Lembaga Pelatihan Kerja Swasta, dan melalui skema pemagangan kerja berbasis jabatan.
Pemagangan berbasis jabatan digalakkan pemerintah bekerja sama dengan Kamar Dagang Indonesia (KADIN) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).
Konsep pemagangan ini, lanjut Hanif, beda dengan pemagangan cara lama. Dulu kepala sekolah menitipkan siswanya ke perusahaan.
Siswa disuruh bikin kopi atau fotokopi. Pada pemagangan berbasis jabatan, peserta magang akan didampingi instruktur yang sesuai dengan jabatannya.
"Misalkan magang di bidang las, maka akan mendapat supervisi dari ahli las, sampai bisa, lalu mengikuti uji kompetensi atau sertifikasi," ungkapnya.
ICCN Summit adalah acara tahunan dan sekaligus kesempatan bagi para pengelola pusat karir, pemerhati SDM dan pengelola kewirausahawan dalam lingkup perguruan tinggi, konselor karir profesional, trainer pengembangan SDM, dan para peneliti 'trace study' untuk saling berbagi informasi, bersilaturahmi dan bekerja sama.
Diikuti 230 pengelola pusat karir, forum ini selain menghadirkan Menaker Hanif, juga Mr Ryan Ang Kwok Peow dari National University of Singapore.
Hanif mengaku senang menghadiri forum yang membahas soal human capital/human resources. Pada kesempatan itu pula, ia selalu mendorong transformasi pembangunan yang berbasis SDA ke SDM. (ega/ang)











































