Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, beralasan syarat lulusan terbaik tersebut diterapkan untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM) di kementeriannya, sehingga diharapkan bisa meningkatkan kualitas layanan.
"Harapan KPP dengan masuknya SDM unggul ini, akan memperbaiki kualitas layanan dan kecepatan daripada pembangunan dan tanggung jawab yang dipikul," kata Susi ditemui di kantor KKP, Jakarta, Kamis (14/9/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita memang hanya ingin batasi yang unggul-unggul dulu. Kita jatahnya kan terbatas, cuma sekitar 300, kita mau dapat yang terbaik dulu," terangnya.
Dia menjelaskan, kualifikasi cumlaude tersebut bermakna 5 lulusan terbaik setiap jurusan. Pihaknya tak mempermasalahkan IPK (indeks prestasi kumulatif).
"Tidak ada IPK, enggak dibatasi. Kalau kita pakai IPK ada universitas yang IPK rendah, kayak ITB atau UI itu kan IPK tinggi susah. Kita hanya pakai 5 terbaik setiap jurusan," ungkap Susi.
Sementara untuk pelamar umum yang mensyaratkan 5 lulusan terbaik, sambungnya, KKP juga membuka formasi CPNS khusus untuk pelamar dari Papua dan Papua Barat, serta disabilitas.
"Kita dapatkan datanya dari yudisium setiap fakultas dan perguruan tinggi. Jadi intinya itu. Kita mau menjaring 5 terbaik per jurusan. Bukan hanya cumlaude saja. Kalau disabilitas dan putra-putri Papua itu ada," ujar Susi. (ang/ang)










































