Amran bahkan meyakini bahwa tahun ini Indonesia tak mengalami masa paceklik atau kekurangan bahan pangan. Sebab, kata dia, pemerintah telah melakukan antisipasi dengan melakukan berbagai program jangka panjang dan jangka pendek.
"Ribuan embung kami bangun jadi dampaknya terasa sekarang. Enggak ada bunyi-bunyi (laporan) kekeringan kayak dulu. Itulah yang disyukuri, ini tahun kedua tidak ada paceklik," kata Amran saat ditemui di Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (15/9/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, Kementerian Pertanian memiliki program pelaksanaan luas tambah tanam padi 1 juta hektar. Amran mengatakan masih mengejar target tersebut.
"Paling penting sekarang masa kritis untuk tanam tinggal dua minggu, (masa tanam) Juli-Agustus-September, karena kalau tidak (tanam) pacekliknya jatuh pada November-Desember-Januari," kata Amran.
Kendati demikian, Mentan memastikan program luas tambah tanam terus dilakukan dengan memanfaatkan lahan-lahan yang terhubung irigasi dengan baik.
"Setelah kami evaluasi dan kami evaluasi harian, rata-rata luas tambah tanam 1 juta hektar per bulan, atau dua kali lipat, dari yang dulu puluhan tahun hanya 500 hektar, sekarang 1 juta. Jadi kami yakin tiga bulan ke depan aman-aman saja. Tidak ada paceklik," tukasnya. (mca/mca)











































