Tingkatkan Pelayanan, Bayar Tol Pakai Stiker Mulai Diuji Coba

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Jumat, 15 Sep 2017 19:55 WIB
Ilustrasi Stiker RFID untuk Bayar Tol (Foto: Dana Aditiasari-detikFinance)
Jakarta - Dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) di jalan tol yang akan berlaku mulai Oktober 2017 serta mendorong penerapan Multi Lane Free Flow (MLFF), PT Jasa Marga bersama PT Telkom Indonesia (Telkom) melakukan uji coba teknologi JM Access berbasis kartu online di ruas tol Surabaya-Gempol dan JM Acces berbasis stiker RFID di ruas tol Bali.

Direktur Enterprise and Busines Service Telkom Dian Rachmawan mengatakan, stiker RFID adalah stiker yang memancarkan frekuensi radio berisi data yang dalam hal ini digunakan untuk melakukan transkasi di gerbang tol. Dengan stiker ini, pengguna tol tak perlu berhenti untuk menempel kartu uang elektronik, namun otomatis tercatat transaksinya dari frekuensi radio yang dipancarkan stiker RFID.

"Selanjutnya akan masuk ke tahap implementasi dengan mengikuti regulasi yang ditetapkan Pemerintah," sebut dia dalam keterangan tertulis, Jumat (15/9/2017). .


Selain itu, Jasa Marga, Telkom dan Perum Damri meluncurkan JM Access OBU berbasis On Board Unit yang secara resmi ditandai dengan Penyerahan OBU oleh Direktur Utama Jasa Marga Desy Arryani kepada Direktur Utama Perum Damri Sarmadi Usman.

Acara tersebut disaksikan oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna, Direktur Enterprise & Business Telkom Dian Rachmawan, Deputi BUMN KSPP Fadjar Judisiawan dan Pejabat Bank Indonesia, bertempat di Gerbang Tol (GT) Prof Dr Ir Soedijatmo (Kapuk), Jumat (15/9).

OBU merupakan alat sensor yang dipasang pada kendaraan yang ter-registrasi dan memiliki saldo secara online yang tersimpan di sistem database. Sistem secara otomatis akan memotong deposit saldo OBU milik pengguna jalan saat melewati gerbang/gardu tol. Dengan demikian transaksi pembayaran tol dapat dilakukan tanpa menghentikan kendaraan.

Uji coba JM Access OBU dilakukan di GT Prof Dr I. Soedijatmo, Ruas Jalan Tol Jakarta-Tangerang-Cengkareng dilakukan dengan memasangkan 300 unit OBU pada bus Damri tujuan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan kendaraan khusus yang dilengkapi OBU. Pemanfaatan OBU di Bus Damri diharapkan dapat membuat efisiensi waktu tempuh perjalanan bus dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

"Telkom berkomitmen mendorong terciptanya masyarakat digital Indonesia, salah satunya dengan menggiatkan transaksi elektronik guna mendukung terwujudnya cashless society" ujar Dian.


Direktur Operasi I Jasa Marga Mohammad Sofyan menyambut baik dukungan Telkom terhadap penggunaan transaksi non tunai. Menurutnya, Jasa Marga senantiasa berupaya meningkatkan minat pengguna jalan tol untuk segera beralih ke pembayaran elektronik saat bertransaksi di jalan tol, salah satunya melalui peluncuran sistem JM Access OBU.

"Terobosan hari ini merupakan langkah awal, dimana jalur yang digunakan masih dicampur dengan pembayaran berbasis kartu atau Hybrid selanjutnya akan dilaksanakan secara dedicated (jalur khusus) dengan masih menggunakan Barrier, serta berikutnya Barrier akan dilepas menuju Multi Lane Free Flow (MLFF) atau pembayaran tol tanpa henti," ujar Mohammad Sofyan.

Transaksi pembayaran tol melalui JM Access berbasis OBU dapat dimonitor melalui mobile-application yang disebut JM Wallet. Saldo dari OBU yang digunakan untuk transaksi pembayaran tol disimpan secara online pada aplikasi JM Wallet, yang dapat di-top-up dengan mudah melalui berbagai channel pembayaran, baik melalui ATM Bank, e-banking, convenient store dan sebagainya.

Selain JM Access OBU, Jasa Marga juga melakukan uji coba JM Access dalam bentuk kartu pembayaran elektronik dan telah diimplementasikan di Ruas tol Jakarta-Tangerang sejak Juli 2017. Ke depannya, apabila uji coba JM Access OBU dan JM Access Card ini dianggap berhasil, Jasa Marga akan memproduksi dan menjual dalam skala komersial.

JM Access akan melengkapi uang elektronik pembayaran tol yang saat ini sudah beredar di publik. Kelebihan kartu JM Access, selain memberikan kecepatan bertransaksi di jalan tol, sistem yang berisi transaksi ini juga berbasis server sehingga apabila kartu hilang/rusak pengguna jalan dapat melaporkan serta mendapatkan kartu pengganti dan saldo yang terdapat di dalam kartu tetap aman/tidak hilang. (dna/mca)