Luhut mengatakan, rapat tesebut membicarakan soal perizinan sinkronisasi antara LRT Jakarta yang dibangun PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dengan LRT Jabodebek yang dibangun PT Adhi Karya Tbk. Selain itu, pembahasan trase atau jalur yang akan dilalui kereta ringan juga masih dilakukan.
"Jakpro dengan LRT dari Cibubur, Jabodebek (Adhi Karya) ada sinkronisasi mengenai trase pertemuan yang di Dukuh Atas. Nanti bagaimana pertemuannya, siapa yang langsung (meneruskan pembangunan) siapa yang berhenti di situ," kata Luhut di kantornya, Jakarta, Jumat (15/9/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selasa diputuskan. Sudah siap tadi gambarnya saya lihat dan segala macam. Selasa itu diputuskan persilangannya bagaimana," terangnya.
"Bisa juga kalau Jakpro yang terus, si LRT Jabotabek yang berhenti cost-nya berkurang. Ini kan baru pengalaman pertama, Jadi semua kita detail jangan sampai ada yang salah. Legalnya jangan salah dan hitung-hitungnya jangan salah," tutupnya. (ara/wdl)











































