Susi memastikan, di era milenial sekarang ini banyak risiko-risiko yang harus segera diantisipasi oleh pemerintah baik pusat maupun daerah.
"Saya ingin bicara sedikit dengan dekan, dalam era globalisasi, termasuk dari dunia internasional, namun dengan adanya medsos, digital era ini banyak mengubah kita, peta pembangunan, tata niaga, peta pembangunan di daerah," kata Susi di Kediaman Gubernur Kendari, Minggu (17/9/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cepat atau lambat, pekerjaan perbankan semuanya akan digitalisasi, ini estalasi yang mesti ditanggapi, untuk segera mengadaptasi perubahan-perubahan, kalau tidak mempersiapkan nanti akan susah," jelas dia.
Tidak hanya itu, perubahan atau perkembangan perekonomian DKI Jakarta saat dulu memang belum mempengaruhi perekonomian wilayah lain, namun saat ini perkembangan tersebut mempengaruhi dengan buktinya setiap daerah memiliki penerbangan dalam satu hari bisa mencapai lima kali.
"Juga pertukaran manusia membawa teknologi, pengetahuan, dan itu akan pengaruhi kehidupan di daerah," ujar dia.
Oleh karena itu, Susi memastikan, wajib hukumnya untuk pemerintah daerah dan perguruan tinggi untuk mengantisipasi era globalisasi ini. Jika tidak, Susi memastikan masyarakat atau generasi selanjutnya hanya menjadi penonton alias pengangguran saja.
"Kita harus mempersiapkan orang-orang kita untuk bisa tetap survive, sumber daya akan menjadi penting," tukas dia. (mkj/mkj)










































