"Kita menjadi pioneer sekarang orang pada takut ke Indonesia, mereka tidak melakukan di laut Indonesia, Indonesia di tengah laut, dengan mencurinya, ada yang membuat jaring pada saat lewat, begitu keluar kita tarik, paling tidak berkurang dari zaman sebelumnya," kata Susi di Kendari, Minggu (17/9/2017).
Dengan demikian, optimistis bahwa Indonesia ke depan akan menjadi pusat perikanan dunia. Pasalnya, potensi sumber daya lautnya sangat masih besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia akan menjadi salah satu pusat perikanan, potensi kita juga besar, namun di daerah juga harus diberdayakan harus menjaga dan tidak bisa menghabiskan," ungkapnya.
Susi menyebutkan, untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat perikanan juga dengan mengatur hingga menjaga penangkapannya. Tidak seperti pertambangan, kata Susi, karena terus menerus dieksploitasi maka kerusakan alam akan menjadi kerugian negara di masa depan.
"Itu salah satu bencana buat negara, dan bisa menimbulkan kemana-mana, mulai dari stabilisasi sosial, politik di mana-mana, kalau ini sudah terganggu maka pembangunan terganggu," papar dia.
Oleh karena itu, Susi meminta kepada seluruh pemerintah daerah dan juga perguruan tinggi untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu menjaga potensi sumber daya laut Indonesia ke depan.
"Jadi hal seperti ini menjadi perhatian kita, milenial ini perguruan tinggi harus diubah, tidak bisa lagi metode lama, dengan understanding terhadap perubahan kepada dunia, perubahan iklim juga harus disikapi, naiknya suhu udara juga akan pengaruhi permukaan air lait," ungkap dia.
(mkj/mkj)











































