Seperti diketahui, UMKM akan diberikan tempat untuk membuka lapak di beberapa tempat istirahat tersebut dengan porsi yang sudah ditentukan.
Tujuh ruas tol tersebut di antaranya Kanci-Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang-Semarang, Semarang-Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono-Mojokerto-Surabaya, Bakauheni-Terbanggi Besar, Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung dan Pekanbaru-Dumai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini kita sedang membahas bagaimana UMKM bisa ikut terlibat dalam rest area di ruas tol baru. Nanti kita akan fasilitasi sesuai dengan karakteristik di masing-masing rest area," katanya dalam keterangan resmi seperti dikutip detikFinance, Senin (18/9/2017).
Selain itu, Pemda terkait juga akan didorong untuk ikut memikirkan bagaimana membuat rest area itu menjadi destinasi wisata baru seperti yang terjadi di sekitar Kota Cirebon.
"Di Cirebon, rest area-nya sangat hidup karena daerah itu sudah menjadi tujuan wisata sehingga banyak pengguna jalan tol yang mampir rest area," ungkapnya.
Rencananya akan dikembangkan dua skema model bisnis pengelolaan rest area. Skema pertama adalah BUJT secara langsung mengelola melalui koperasi Tempat Istirahat (TI)/Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP). Skema kedua adalah BUJT bekerjasama dengan swasta untuk mengelola TI/TIP dengan metode bagi hasil.
Seperti diketahui, terdapat dua jenis tempat istirahat di jalan tol yakni Tempat Istirahat (TI) dengan fasilitas yang ada hanya area parkir, toilet, mushola, dan warung makan. Kapasitas parkirnya juga hanya untuk sekitar 30 kendaraan golongan I dan 10 kendaraan golongan II.
Sementara satu lagi yakni Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) dengan fasilitas seperti TI ditambah SPBU, restoran, bengkel, mini market dan ATM. Kapasitas parkirnya juga lebih besar yakni mampu menampung 80 kendaraan golongan I dan 20 kendaraan golongan II.
Meski harus menyediakan fasilitas bagi UMKM tersebut, tapi BUJT diharapkan terus meningkatkan pelayanannya termasuk kelengkapan fasilitas, kebersihan dan kenyamanan tempat istirahat atau rest area jalan tol. (eds/ang)











































