Mau 'Terbangkan' Pesawat N219? Yuk ke Pameran Ini

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Rabu, 20 Sep 2017 16:35 WIB
Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance
Jakarta - Pameran Indonesia Business Development Expo atau disingkat IBDExpo 2017 digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta. Pameran berbagai produk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini digelar mulai 20-23 September 2017 mendatang.

Pengunjung yang datang ke sini pun bisa mencoba menerbangakan pesawat menggunakan flight simulator pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI. BUMN produsen pesawat ini menghadirkan flight simulator bagi pengunjung IBDExpo yang ingin merasakan terbang di ketinggian.

Untuk mencoba flight simulator, pengunjung diharuskan mengikuti (follow) instagram resmi PTDI, yaitu @officialptdi. Selanjutnya, pengunjung diberikan nomor antrean untuk mencoba menerbangkan pesawat N219.

Flight simulator pesawat N219Flight simulator pesawat N219 Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance



Salah satu pengunjung IBDExpo, Lily akhirnya melepas rasa penasarannya dengan mencoba flight simulator N219. Ia puas bisa 'menerbangkan' N219 meski hanya menggunakan simulator.

"Enak sih jadi pengalaman cuma tadi landingnya enggak tepat, enggak pas sama runway," tutur Lily saat berbincang dengan detikFinance, Jakarta, Rabu (20/9/2017).

Flight simulator pesawat N219Flight simulator pesawat N219 Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance


Ini merupakan kali pertama Lily mencoba flight simulator pesawat N219. Awalnya ia sempat bingung, harus melihat ke layar atau deretan indikator di kokpit pesawat.

"Rasanya bingung soalnya saya enggak ngerti harus lihat yang mana ada di koordinatnya ada di layarnya," kata Lily.


Flight simulator pesawat N219Flight simulator pesawat N219 Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance

Pesawat N219 sebelumnya sudah dilakukan uji terbang perdana di Bandung, Jawa Barat. Uji terbang perdana pun berjalan mulus. Pesawat N219 bisa digunakan untuk sipil, angkutan militer, angkutan barang atau kargo, evakuasi medis, hingga mengangkut bantuan saat bencana alam.

Pesawat N219 memiliki kecepatan maksimum mencapai 210 knot, dan kecepatan terendah mencapai 59 knot. Artinya kecepatan cukup rendah namun pesawat masih bisa terkontrol, ini penting terutama saat memasuki wilayah tebing dan pegunungan.


Dapur pacu pesawat N219 dilengkapi dua mesin Pratt & Whitney Aircraft of Canada Limited PT6A-42 masing-masing bertenaga 850 SHP dan dilengkapi dengan Hartzell 4-Blade Metal Propeller. (hns/hns)