Follow detikFinance
Kamis 21 Sep 2017, 17:08 WIB

Cerita Sulitnya Warga di Pulau Liran Dapat Sinyal Telekomunikasi

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Cerita Sulitnya Warga di Pulau Liran Dapat Sinyal Telekomunikasi Foto: Ilustrasi: Mindra Purnomo
Maluku - Pulau Liran di Maluku Barat Daya menjadi salah satu wilayah terluar Indonesia. Letaknya yang berada di ujung tenggara Indonesia membuat pulau ini seakan terlupakan.

Infrastruktur dasar di Pulau yang lokasinya lebih dekat dengan Timor Leste ini masih sangat minim, termasuk untuk berkomunikasi. Saking minimnya, warga di Pulau Liran pun harus memanfaatkan jaringan komunikasi dari Timor Leste yang notabene wilayahnya lebih dekat ke Pulau ini.

"Pakai jaringan Timor Leste mahal, beli kartunya saja sudah US$ 5 dolar. Ditambah beli vouchernya lagi, itu US$ 1 dolar untuk 1 menit 37 detik. Jadi mahal sekali," kata Christoper, salah seorang warga Pulau Liran saat ditemui di lokasi, Rabu (20/9/2017).

Terbatasnya sinyal operator telekomunikasi membuat wilayah ini pun cukup terisolir. Seharian menghabiskan waktu di Pulau Liran, detikFinance merasakan sendiri betapa sulitnya menemukan sinyal untuk berkomunikasi di negeri sendiri.

Padahal, satu pemancar Base Tranceiver Station (BTS) milik Telkomsel sudah ada di lokasi, meski itu pun baru ada setelah kunjungan Menteri BUMN Rini Soemarno ke Pulau ini pada awal Agustus lalu.

Christoper mengaku senang dengan kehadiran BTS tersebut karena kini warga Pulau Liran bisa berkomunikasi menggunakan sinyal dari negeri sendiri, dan dengan biaya yang lebih murah.

"Di sini sinyal susah lagi. Apa lagi untuk internet dari 4G sewaktu ada Bu Menteri dan Telkomsel ke sini sekarang tinggal 2G. Mungkin sinyalnya dibawa mereka," ujar Pelaksana Sekretaris Kecamatan Wetar Barat Daud Kapitana berseloroh.

Jangkauan sinyalnya yang masih sangat minim pun membuat tak seluruh wilayah di Pulau dengan luas 34,2 km2 ini bisa dengan mudah menemukan sinyal telekomunikasi. Bahkan sinyal sudah hilang di kantor camat yang hanya berjarak sekitar 3 km dari lokasi BTS.

Padahal jaringan telekomunikasi menjadi salah satu hal yang paling penting di wilayah ini. Tak jarang masih banyak penduduk yang mengandalkan jaringan roaming dari Timor Leste untuk berkomunikasi di daerah ini, tentunya dengan biaya yang jauh lebih mahal.

Tak mudah memang untuk mencapai pulau ini. Perjalanan melewati laut Banda yang bergelombang tinggi dan memakan waktu cukup lama harus dilalui. Jika ingin menempuh dari perairan Indonesia, maka bisa dicapai dari Pulau Moa di Ambon dalam waktu 8 jam. Namun jika ingin lebih cepat, bisa menempuhnya dari Pelabuhan di Dili, Ibu Kota Timor Leste dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. (eds/dna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed