Senior Vice President Operation Pelindo II, David Pandapotan Sitorus mengatakan, terminal peti kemas Kalibaru tersebut nantinya bakal beroperasi secara penuh dengan sistem digital secara otomatis (fully automation). Mulai dari kedatangan kapal di pelabuhan hingga pengangkutan kembali.
"Ini akan menjadi terminal pelabuhan pertama di Indonesia yang fully automation. Bahkan untuk kawasan Asia, NPCT 1 dan NPCT 2 menjadi yang kedua menerapkan fully automation setelah pelabuhan di China," katanya saat ditemui dalam gelaran IBD expo di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (22/9/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kita nomor dua di Asia dan nomor satu di Indonesia yang sudah menggunakan terminal fully automation," jelasnya.
Seluruh layanan di pelabuhan nantinya akan terintegrasi dan terkoneksi secara digital. Layanan itu tidak hanya melibatkan pengelola pelabuhan semata tetapi juga berbagai stakeholder pengelola lainnya seperti bea cukai.
"Kapal kecil maupun besar tidak boleh lebih dari 24 jam karena sudah ditunggu di pelabuhan-pelabuhan lain. Sehingga kita harus pakai teknologi yang terakhir. Pastinya ini akan lebih cepat, bongkar muat dengan Crane mencari titik-titiknya sudah ada koordinat yang pas. Kalau orang kan masih ada missed," tukasnya. (eds/ang)











































